Teheran, Purna Warta – Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa menggarisbawahi perlunya reformasi kerangka kerja kekayaan intelektual global, menyerukan pembentukan mekanisme inklusif yang selaras dengan kebutuhan dan prioritas semua negara anggota PBB.
Dalam pidatonya di hadapan Majelis Negara Anggota Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO), Ali Bahreini mengatakan bahwa sistem kekayaan intelektual harus dirancang tidak hanya untuk mendorong inovasi tetapi juga untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan mencerminkan beragam kebutuhan masyarakat internasional.
Duta Besar Iran menyambut baik reformasi strategis baru-baru ini yang bertujuan untuk mengubah WIPO dari badan yang murni teknis menjadi lembaga yang efektif untuk pembangunan berkelanjutan.
Bahreini juga menyoroti serangan “melanggar hukum dan disengaja” yang menargetkan infrastruktur inovasi Iran—termasuk universitas, ilmuwan, laboratorium, dan berbagai perusahaan. Ia mendesak WIPO untuk meningkatkan dukungan teknis dan program pemberdayaan guna membangun kembali kapasitas yang rusak, melindungi sistem inovasi nasional, dan memperkuat ketahanan sektor-sektor yang terdampak.
Utusan tersebut juga menegaskan kembali komitmen Iran untuk berkolaborasi dengan Direktur Jenderal WIPO dan negara-negara anggota untuk memajukan rezim kekayaan intelektual internasional yang lebih seimbang dan berpusat pada pembangunan yang bermanfaat bagi semua negara.


