Teheran, Purna Warta – Menteri Pertahanan Iran, Amir Sartip Nasirzadeh, dalam pidatonya pada Kongres ke-25 Komandan dan 4000 Syahid di Distrik 17, mengecam kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran. Menhan Iran itu menyatakan bahwa tawaran berunding dari Presiden Amerika baru-baru ini bukanlah langkah yang tulus, melainkan bagian dari skema jahat.
Baca juga: Utusan Iran untuk IAEA: Kampanye Tekanan Barat yang Tidak Efektif akan Menjadi Bumerang
Presiden AS mengklaim menolak kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran dan menawarkan negosiasi. Namun, Nasirzadeh menegaskan bahwa dokumen resmi yang disampaikan AS memuat 13 syarat yang pada dasarnya berarti Iran harus menyerah pada tuntutan Washington.
Dalam dokumen tersebut, Iran diminta untuk:
1. Menghapus sistem pemerintahan berbasis agama dan revolusi.
2. Menghentikan dukungan terhadap kelompok-kelompok perlawanan di kawasan.
3. Membekukan program rudal balistik.
4. Membuka akses penuh bagi inspektur asing ke seluruh fasilitas Iran.
Nasirzadeh menegaskan bahwa syarat-syarat ini menunjukkan niat AS untuk menundukkan Iran sepenuhnya. Menhan Iran itu menekankan bahwa berunding dengan musuh seperti Amerika yang memiliki agenda semacam itu bukanlah tindakan yang cerdas maupun bermartabat.
Ancaman Perang Budaya
Dalam pidatonya, Nasirzadeh juga memperingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi ancaman perang budaya dan kognitif yang bertujuan melemahkan identitas agama dan revolusi mereka. Ia menyerukan kepada semua elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam jihad penjelasan (jihad tabyin) dan memperkuat wacana perlawanan.
Peran Pemuda dalam Melestarikan Budaya Syahid
Pada acara yang sama, Brigadir Jenderal Jabari, penasihat Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menekankan pentingnya kehadiran remaja dalam kongres syuhada sebagai sarana untuk mewariskan budaya pengorbanan dan syahadah (kesyahidan).
Baca juga: Iran Kecam Rencana Pemindahan Warga Palestina sebagai Genosida melalui Cara Politik
Ia menyoroti peran program budaya seperti penanaman pohon untuk mengenang 4000 syuhada, pertemuan dengan keluarga syuhada, serta kegiatan seni dan sastra dalam memperkuat semangat perlawanan di kalangan generasi muda.
Acara ini diakhiri dengan apresiasi kepada penyelenggara, termasuk Wali Kota Distrik 17, Reza Seifi, serta berbagai lembaga militer, budaya, dan pendidikan.


