Mantan Kepala IRGC: Semua Pasukan Asing Harus Mundur dari Kawasan

Teheran, Purna Warta  – Seorang mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam yang saat ini menjabat sebagai penasihat Pemimpin Revolusi Islam mengatakan bahwa semua pasukan asing harus meninggalkan kawasan tersebut.

Berbicara kepada Al Mayadeen, Mohsen Rezaei mengatakan bahwa negara-negara di kawasan tersebut harus memastikan keamanan mereka sendiri secara independen, dan bahwa semua pasukan asing, baik Amerika maupun Eropa, harus mundur dari kawasan tersebut.

“Kita dapat memastikan keamanan kita sendiri. Kita ingin membentuk dewan keamanan regional. Ada negara-negara besar di kawasan ini, seperti Irak, Mesir, Pakistan, dan Arab Saudi, dan kita dapat memberikan keamanan,” katanya.

Rezaei juga mengatakan Iran tidak akan membiarkan Amerika Serikat lolos dari krisis yang diciptakannya tanpa membayar ganti rugi atas kerusakan selama beberapa dekade.

Iran tidak akan membiarkan Presiden AS Donald Trump menetapkan rencana yang tidak realistis untuk Selat Hormuz dan kemudian meninggalkan arena begitu saja, tegasnya.

“Mengingat perkembangan dan upaya yang sedang berlangsung untuk membuka kembali Selat Hormuz, Amerika Serikat berupaya melakukan tindakan yang mencolok dan kemudian meninggalkan arena. Kami tidak akan membiarkan rencana semacam itu terwujud,” tambah Rezaei.

Ia menekankan bahwa Teheran harus mendapatkan hasil yang memuaskan dari negosiasi tidak langsung dengan Washington dan memperoleh manfaat nyata.

Rezaei mencatat bahwa Amerika Serikat harus membayar ganti rugi atas semua kerusakan yang ditimbulkan pada Iran.

“Kami pasti akan menuntut hak dan ganti rugi kami, bahkan jika pasukan militer AS kembali ke rumah dan menarik diri dari wilayah tersebut. Kami telah menanggungnya selama 47 tahun dan akan terus menempuh jalan perlawanan,” kata anggota Dewan Kebijakan tersebut.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan perang agresi tanpa provokasi terhadap Iran, yang mengakibatkan Pemimpin Revolusi Islam saat itu, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, dan beberapa pejabat militer senior gugur.

Angkatan Bersenjata Iran merespons dengan serangan rudal dan drone selama berminggu-minggu yang menargetkan posisi militer Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan kawasan Teluk Persia, menimbulkan kerusakan besar dalam 100 gelombang serangan balasan selama 40 hari.

Balasan Iran juga mencakup penutupan Selat Hormuz yang strategis bagi kapal-kapal milik musuh dan sekutu mereka.

Republik Islam kemudian memberlakukan pembatasan lebih lanjut terhadap jalur air tersebut, dengan syarat kapal-kapal tersebut mendapatkan izin dari otoritas Iran yang berwenang. Langkah terakhir ini dilakukan setelah AS mengumumkan kelanjutan blokade ilegal yang telah mereka coba terapkan terhadap kapal dan pelabuhan Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *