Mantan Diplomat AS: Pakta Makkah Menunjukkan Menurunnya Kepercayaan Sekutu terhadap Washington

Mekah 1

Washington, Purna Warta – Mantan diplomat Amerika Serikat Christopher Hill menilai bahwa pakta pertahanan baru antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan yang dikenal sebagai Pakta Makkah menunjukkan adanya penurunan kepercayaan sejumlah sekutu Washington terhadap jaminan keamanan Amerika Serikat di kawasan Asia Barat. Menurut Hill, pembentukan kerja sama pertahanan tersebut mencerminkan kecenderungan negara-negara kawasan untuk semakin mengandalkan mekanisme keamanan regional daripada sepenuhnya bergantung pada Amerika Serikat.

Hill, yang pernah menjabat sebagai Asisten Menteri Luar Negeri AS dan Duta Besar AS untuk Irak serta Serbia, menggambarkan penandatanganan pakta pertahanan tersebut sebagai salah satu perkembangan strategis penting di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Dalam wawancara dengan CNN sebagaimana dikutip media Iran, ia mengatakan bahwa ketentuan yang menyatakan serangan terhadap salah satu negara anggota akan dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota menunjukkan adanya perubahan dalam cara negara-negara kawasan menyusun strategi pertahanan mereka.

Ketiga negara yang menandatangani kesepakatan tersebut memiliki hubungan penting dengan Washington. Karena itu, Hill berpendapat bahwa pembentukan aliansi tersebut dapat dibaca sebagai sinyal bahwa para sekutu Amerika mulai mempertimbangkan kemungkinan bahwa Washington tidak selalu akan memberikan dukungan keamanan ketika mereka menghadapi krisis. Menurutnya, kondisi tersebut mendorong negara-negara kawasan untuk memperkuat kemampuan pertahanan bersama dan membangun alternatif terhadap ketergantungan pada Amerika Serikat.

Hill juga menyoroti tidak adanya Amerika Serikat sebagai pihak dalam pakta tersebut. Menurutnya, hal ini merupakan indikasi bahwa negara-negara lain sedang melakukan penyesuaian terhadap struktur keamanan regional karena meningkatnya kekhawatiran mengenai cara Washington mengelola kepentingan dan komitmen strategisnya. Ia bahkan menyatakan bahwa persoalannya bukan lagi sekadar ketidakpastian kebijakan luar negeri Amerika, melainkan munculnya persepsi bahwa AS telah menjadi mitra yang kurang dapat diandalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *