Tehran, Purna Warta – Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengumumkan telah memulai serangkaian serangan luas terhadap pangkalan militer dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan Asia Barat.
Menurut laporan media-media regional, sirene peringatan terdengar di sejumlah negara, termasuk Yordania. Sumber-sumber media juga melaporkan terjadinya ledakan besar di wilayah timur Yordania. Selain itu, sebuah kompleks industri di negara tersebut dilaporkan menjadi salah satu sasaran serangan rudal.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa pada malam sebelumnya militer Amerika Serikat telah melancarkan serangan terhadap puluhan sasaran di wilayah Iran. Menyusul serangan itu, Angkatan Bersenjata Iran menyatakan akan memberikan respons keras sebagai bentuk pembalasan.
Media regional juga melaporkan terjadinya sejumlah ledakan di sekitar Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania yang digunakan oleh militer Amerika Serikat.
Menurut sumber-sumber media, dalam gelombang serangan terbaru Iran menggunakan rudal balistik Kheibar Shekan untuk menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat.
Laporan yang sama juga menyebutkan adanya ledakan di Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait serta di kawasan Al Mina.
Selain itu, pasukan Iran dilaporkan menargetkan kapal-kapal Amerika Serikat yang ditempatkan di lepas pantai Bahrain menggunakan rudal jelajah. Sumber-sumber media mengklaim bahwa sebuah kapal perusak dan sejumlah kapal militer Amerika di Teluk Persia turut menjadi sasaran serangan rudal.
Serangan yang diklaim Iran terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer di wilayah Iran. Pemerintah Iran menyatakan operasi tersebut merupakan tindakan balasan terhadap serangan Amerika, sementara Washington menegaskan bahwa serangannya ditujukan untuk melemahkan kemampuan militer Iran dan melindungi kepentingan pasukan Amerika di kawasan.
Laporan dari berbagai media internasional menyebutkan bahwa sasaran serangan Iran mencakup fasilitas militer Amerika di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan beberapa negara Teluk lainnya. Sirene peringatan diaktifkan di sejumlah negara, dan sistem pertahanan udara dikerahkan untuk mencegat rudal maupun drone yang masuk. Hingga laporan awal diterbitkan, otoritas Amerika Serikat menyatakan sebagian besar serangan berhasil dihadang, sementara tingkat kerusakan dan jumlah korban masih dalam proses penilaian.
Pangkalan Ali Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania, dan fasilitas Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain merupakan bagian dari jaringan utama militer Amerika di Timur Tengah. Pangkalan-pangkalan tersebut memiliki peran penting dalam operasi udara, logistik, pertahanan rudal, dan pengawasan kawasan, sehingga menjadi sasaran strategis dalam setiap eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat.


