Donald Trump memainkan peran sangat besar dalam keputusan-keputusan Gianni Infantino. Kondisi yang dialami tim nasional sepak bola Iran dan kartu merah Balogun yang diampuni, semua ini menunjukkan seberapa besar dominasi presiden AS atas FIFA dan lembaga ini memainkan peran “tukang bilang ‘siap, Tuan!'” dalam menghadapinya.
Ini adalah kritik tajam yang menuduh intervensi politik langsung dalam keputusan disipliner olahraga. Kasus Balogun sebagai bukti konkret bahwa Trump memiliki “dominasi” atas Infantino, dan membandingkannya dengan perlakuan berbeda terhadap tim Iran (yang dirugikan oleh FIFA). Julukan “Gianni Trumptino!” di judul adalah satir yang sangat kuat, menggabungkan nama Infantino dengan Trump untuk menunjukkan bahwa presiden FIFA dianggap sebagai “boneka” Trump. Referensi ke kasus F1 Verstappen-Leclerc adalah analogi yang cerdas untuk menunjukkan pola “aturan berubah untuk melindungi yang berkuasa”. Dan fakta bahwa ini pertama kalinya sejak 1962 seorang pemain diampuni dari suspensi memperkuat narasi bahwa keputusan ini “aneh” dan bermotivasi politik. Ini tidak hanya mengkritik satu keputusan, tetapi mempertanyakan seluruh integritas FIFA sebagai lembaga independen.


