Teheran, Purna Warta – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan Teheran siap menerima proposal rasional dan adil apa pun yang menjamin kepentingan negara, menekankan bahwa Iran akan tetap teguh dalam mempertahankan keamanan nasionalnya.
Berbicara dalam pertemuan dengan anggota Kamar Dagang Iran di Teheran pada hari Selasa, Ali Larijani menyoroti peran konstruktif sektor swasta dalam negosiasi luar negeri, dan mencatat bahwa beberapa perundingan dapat membuka jalan bagi penyelesaian isu-isu lain yang masih belum terselesaikan.
Ia menjelaskan bahwa Iran telah menghabiskan semua jalan yang memungkinkan untuk menyelesaikan sengketa snapback melalui dialog, tetapi pihak-pihak Barat telah menghalangi proses tersebut dengan tuntutan yang berlebihan.
Menyebut satu contoh, Larijani mengatakan Prancis menyampaikan melalui direktur jenderal IAEA bahwa jika Iran mencapai kesepakatan khusus dengan badan tersebut, Paris akan menarik tuntutan snapback-nya. “Perjanjian itu ditandatangani oleh menteri luar negeri kami di Mesir,” ujar Larijani, menjelaskan bahwa pengaturan khusus tersebut diperlukan karena beberapa fasilitas nuklir telah dibom dan tidak dapat diperiksa berdasarkan prosedur normal. Namun, tambahnya, pihak Barat gagal memenuhi janjinya.
Menunjuk pada rekam jejak Barat dalam mengingkari komitmen, Larijani mengatakan, “Masalahnya terletak pada penyalahgunaan teks kontrak. Iran tidak pernah menghindari negosiasi untuk menyelesaikan masalah; bahkan di tengah perundingan, mereka membombardir kami. Mereka meneriakkan slogan-slogan negosiasi, tetapi dalam praktiknya mengejar tujuan lain. Jika proposal yang rasional dan adil diajukan yang mengamankan kepentingan Iran, kami akan menerimanya. Namun kami tetap berkomitmen dan tanpa kompromi dalam hal kepentingan dan keamanan nasional kami, sama seperti yang kami lakukan terkait kemampuan rudal kami.”
Baca juga: Ayatollah Khamenei Tekankan Kesia-siaan Bernegosiasi dengan AS
Sekretaris SNSC menekankan bahwa jalan yang dipilih Iran jelas bertentangan dengan kebijakan destabilisasi rezim Zionis.
Ia menyimpulkan dengan menggarisbawahi bahwa Iran menyambut baik kerja sama politik, ekonomi, dan keamanan dengan semua negara di kawasan dan akan terus melanjutkan langkah tersebut.


