Komandan Pasukan Quds IRGC Peringatkan Israel Setelah Operasi Balasan Hizbullah: ‘Gaza Juga Memiliki Banjirnya’

IRGC a

Tehran, Purna Warta – Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Esmaeil Qa’ani, menyatakan bahwa Israel harus mengambil pelajaran dari kekalahannya dalam menghadapi gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon dan menyadari bahwa “Gaza juga memiliki banjirnya sendiri.”

“Gaza juga memiliki banjirnya sendiri. Ketika kami mengatakan bahwa Hizbullah memiliki drone Mirsad, kalian tidak memperhatikannya, dan akhirnya kalian terjebak. Siapa yang akan bertanggung jawab atas seratus korban itu?” tulis Qa’ani dalam unggahan di akun X miliknya pada Jumat.

Qa’ani melanjutkan, “Gaza juga memiliki banjirnya sendiri. Jika kalian bergerak sesuai kehendak para politisi kalian, kalian akan terjebak dalam badai. Berhati-hatilah.”

Mirsad merupakan pesawat nirawak (UAV) berukuran kecil yang digunakan oleh kelompok perlawanan Hizbullah Lebanon untuk keperluan pengintaian.

Nama Mirsad juga merujuk pada sebuah operasi militer bersejarah Iran. Pada Juli 1988, angkatan bersenjata Iran berhasil menghancurkan ofensif Organisasi Mujahidin Khalq (MKO) yang didukung rezim Saddam Hussein, menewaskan atau melukai lebih dari 4.800 personel musuh serta menghancurkan 120 tank dan 400 kendaraan lapis baja.

Dalam salah satu operasi beberapa hari terakhir, sebuah drone Hizbullah menghantam posisi militer Israel, menewaskan seorang tentara bernama Alexander Filin dan melukai tujuh lainnya, menurut pengakuan militer Israel.

Dalam serangan terpisah, sebuah bom pinggir jalan menargetkan pasukan Israel lainnya dan menyebabkan empat tentara terluka. Media Israel melaporkan bahwa dua dari korban luka tersebut berada dalam kondisi kritis.

Hizbullah dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan operasi militernya terhadap pasukan Israel yang masih menduduki sebagian wilayah Lebanon.

Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syekh Naim Qassem, mengatakan pada Jumat, “Kami tidak takut pada kematian, dan itu merupakan unsur utama kemenangan,” seraya menambahkan bahwa, “Ketika musuh menghadapi kami dengan senjata, kami akan menghadapinya dengan senjata pula.”

Syekh Qassem menegaskan bahwa perlawanan itu sendiri merupakan bentuk kemenangan, dengan menyatakan bahwa “setiap langkah yang menolak pendudukan adalah kemenangan.”

Sementara itu, pelanggaran Israel terhadap gencatan senjata di sepanjang perbatasan Lebanon terus berlanjut meskipun telah tercapai nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang bertujuan mengakhiri perang yang lebih luas setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Para pejabat Iran berulang kali menegaskan bahwa penghentian serangan Israel di seluruh front kawasan, khususnya di Lebanon, merupakan salah satu tujuan utama dari MoU Islamabad tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *