Teheran, Purna Warta – Klaim beberapa media Inggris bahwa Iran dan AS telah menyelesaikan naskah kesepakatan adalah tidak akurat.
Sebuah media Inggris mengklaim bahwa rancangan perjanjian antara Iran dan AS telah diselesaikan.
Namun, klaim tersebut tidak benar karena belum ada teks yang diselesaikan.
Hal ini terjadi ketika Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perjanjian dengan Iran sudah dapat dicapai, namun klaim tersebut ditolak oleh para pejabat Iran.
Trump menuduh para pejabat Iran telah menghubunginya secara langsung dan meminta penghentian serangan militer. Dia juga memperingatkan bahwa opsi militer akan tetap tersedia jika Teheran menolak menerima usulan perjanjian Washington.
Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) membantah klaim tersebut.
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis pagi, kantor hubungan masyarakat IRGC mengatakan klaim presiden AS adalah “kedok untuk menghindari perang.”
Sebelumnya, beberapa kantor berita lokal juga menolak klaim tersebut, dengan mengutip sumber keamanan.
Sumber tersebut menyebut klaim tersebut sebagai “kebohongan mutlak” dan mengatakan Iran akan memberikan “respon yang menghancurkan” terhadap tindakan agresi militer AS terhadap Iran.


