Kepala Badan Tenaga Nuklir: Iran Tidak Akan Melepaskan Hak NPT

Teheran, Purna Warta – Kepala Badan Tenaga Nuklir Iran (AEOI) Mohammad Eslami menekankan bahwa Teheran akan sepenuhnya menjunjung tinggi hak-haknya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan hukum internasional, meskipun baru-baru ini terjadi serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap fasilitas nuklirnya.

Baca juga: Ketua MA Iran: Serangan ke Qatar adalah Bukti Israel sebagai Sumber Ketidakstabilan

Berbicara pada sesi reguler ke-69 Konferensi Umum Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), yang diadakan di Wina pada hari Senin, Eslami mengecam serangan militer rezim Israel terhadap Iran, yang menargetkan instalasi nuklir di bawah perlindungan IAEA pada bulan Juni.

Kepala Badan Tenaga Nuklir itu mengecam AS karena bergabung dalam pelanggaran hukum internasional dan prinsip-prinsip PBB, dengan mencatat bahwa serangan militer tersebut telah menyebabkan kerusakan material yang signifikan dan membahayakan kredibilitas sistem perlindungan IAEA.

Terlepas dari tantangan-tantangan ini, Eslami menekankan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir Iran tetap utuh, dan Teheran akan terus bekerja sama dengan IAEA setelah masalah keamanan fasilitas dan personelnya ditangani.

Ia menyatakan bahwa laporan IAEA sebelumnya menegaskan bahwa Iran tidak mengalihkan material nuklir atau mengembangkan senjata nuklir.

Eslami juga memperingatkan bahwa upaya beberapa negara Barat untuk mengeksploitasi mekanisme multilateral, termasuk yang disebut ketentuan snapback JCPOA, adalah ilegal dan melemahkan otoritas Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.

Iran akan melawan tekanan politik, psikologis, dan militer, sembari tetap berkomitmen pada solusi diplomatik dan damai, ujarnya.

Iran telah mengajukan rancangan resolusi kepada Konferensi Umum IAEA yang bertujuan untuk memperkuat mandat badan tersebut, memastikan integritas sistem pengamanan, dan menegakkan prinsip-prinsip dasar hukum internasional, tambah Eslami.

Baca juga: Pezeshkian: Tak Seorang pun Kebal terhadap Serangan Israel kecuali Negara-negara Regional Bersatu

Ia juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengutuk serangan Israel, memulihkan imparsialitas dan kredibilitas IAEA, serta mencegah normalisasi tindakan ilegal terhadap program nuklir Iran.

Sidang Reguler ke-69 Konferensi Umum IAEA diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 19 September 2025 di Vienna International Center (VIC) di Wina, Austria. Di sana, para pejabat tinggi dan perwakilan negara-negara anggota IAEA membahas berbagai isu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *