Beirut, Purna Warta – Kedutaan Iran di Beirut menekankan kekalahan pasti rezim Zionis di bawah pimpinan Netanyahu yang kriminal di Lebanon.
Kedutaan Republik Islam Iran di Beirut di akun X-nya menekankan kekalahan pasti rezim Zionis di bawah pimpinan Netanyahu yang kriminal di Lebanon.
Dalam pesan kedutaan Iran dinyatakan: “Ariel Sharon tewas sementara ia telah melakukan kejahatan besar dan pembantaian mengerikan di Lebanon, dan ia meninggal dalam keadaan tidak mampu menundukkan orang Lebanon dan membuat mereka menyerah.
Apa yang ia (Sharon si kriminal) tidak mampu lakukan, Netanyahu juga—meski kesombongan, keangkuhan, dan kecongkakannya setinggi apa pun, serta terus melanjutkan agresi dan khayalannya—tidak akan pernah mampu melakukannya (ia akan kalah di Lebanon seperti Sharon). Lebanon sepanjang sejarah telah membuktikan bahwa ia terlalu besar untuk ditelan (untuk ditundukkan dan dibuat menyerah).”
Kedutaan Iran di Beirut kembali mengingatkan sejarah kegagalan Israel di Lebanon dengan membandingkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan Ariel Sharon. Sharon, yang memimpin invasi Israel ke Lebanon tahun 1982, terlibat dalam pembantaian di kamp pengungsi Sabra dan Shatila, dan akhirnya meninggal pada 2014 setelah bertahun-tahun koma tanpa berhasil menundukkan perlawanan Lebanon. Pernyataan kedutaan ini muncul di tengah eskalasi konflik Israel-Hizbullah yang terus berlanjut, di mana Iran dan sekutunya di Lebanon secara konsisten menegaskan bahwa setiap upaya Israel untuk menguasai atau menundukkan Lebanon akan berakhir dengan kegagalan, sebagaimana yang dialami Sharon di masa lalu.


