Teheran, Purna Warta – Kapal perang samudra ‘Shahid Mahdavi’ milik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah berlabuh di Port Klang, pelabuhan utama Malaysia di Selat Malaka. Kapal perang samudra Iran tersebut didampingi oleh kapal perusak Dena milik Angkatan Laut Iran.
Baca juga: Utusan Iran di PBB: Tidak Ada Larangan Hukum atas Penjualan Drone Shahed
Kedua kapal militer Iran tersebut melintasi garis lintang nol derajat, Khatulistiwa, 15 hari yang lalu dan berlayar ke belahan bumi selatan dalam misi angkatan laut di luar negeri. Kapal perang samudra tersebut, yang dilengkapi dengan rudal balistik dan jelajah jarak jauh, sedang menjalankan misi di perairan internasional.
Armada tersebut telah berlayar melintasi Teluk Benggala setelah melewati perairan Pakistan, India, dan Sri Lanka. Kapal-kapal Iran telah mengunjungi Malaysia untuk mempromosikan kerja sama militer antara kedua negara.
Kapal perang samudra Mahdavi bergabung dengan armada Angkatan Laut IRGC pada Maret 2023. Kapal perang berat multiguna ini dirancang untuk operasi jarak jauh. Beratnya lebih dari 2.100 ton dan panjangnya 240 meter serta lebarnya 27 meter.
Dilengkapi dengan radar array bertahap 3 dimensi, rudal laut-ke-laut dan laut-ke-udara, serta sistem komunikasi canggih untuk peperangan elektronik, kapal perang ini mampu membawa berbagai jenis helikopter, drone, dan speedboat.
Baca juga: Pemimpin Iran Desak Koordinasi Antara Badan Intelijen Iran
Pada Februari 2024, Angkatan Laut IRGC meluncurkan dua rudal balistik dari dalam dua kontainer di atas kapal perang samudra Mahdavi.
Panglima IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami mengatakan pencapaian baru ini telah memperluas jangkauan pengaruh dan kekuatan angkatan laut IRGC hingga ke tempat mana pun yang diinginkan.


