Teheran, Purna Warta– Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa kesediaan Washington untuk berunding tidak kredibel, dan menepis klaim AS tersebut sebagai hal yang tidak konsisten dengan perilakunya.
Baca juga: Resolusi IAEA Akan Memperumit Masalah, Juru Bicara Iran Memperingatkan
Berbicara dalam konferensi pers mingguan pada hari Minggu, Esmaeil Baqaei merujuk pada pernyataan terbaru presiden AS, dengan mengatakan bahwa AS telah menunjukkan dalam praktiknya bahwa mereka tidak serius dalam bernegosiasi.
Juru bicara tersebut menyatakan bahwa Washington kurang memahami apa yang dimaksud dengan negosiasi atau mendekati perundingan dengan pola pikir yang mereduksinya menjadi dikte, dan menambahkan bahwa klaim tersebut harus diukur berdasarkan tindakan AS dalam praktiknya.
Mengomentari persyaratan Iran untuk setiap perundingan dengan AS, Baqaei menekankan bahwa melindungi kepentingan Iran tetap menjadi prinsip utama yang memandu Teheran.
Pihak lain tidak menunjukkan keyakinan yang tulus terhadap negosiasi, ujarnya, seraya menambahkan bahwa selama negosiasi dianggap sebagai pemaksaan, kondisi untuk perundingan yang sesungguhnya tidak akan ada.
“Yang penting adalah pemerintah AS tidak meninggalkan dasar kepercayaan karena kinerjanya,” kata Baqaei, seraya menambahkan bahwa Washington menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada tahun 2018 dan kemudian, meskipun ada kemajuan selama masa jabatan Biden, bertindak tidak setia.
Baca juga: Iran Kecam Pembunuhan Komandan Hizbullah oleh Israel di Beirut
Ia berpendapat bahwa langkah AS untuk mendampingi rezim Zionis dalam agresi militer terhadap Iran pada bulan Juni semakin menunjukkan kurangnya niatnya untuk mencapai solusi yang masuk akal dan adil.
Juru bicara tersebut selanjutnya menepis spekulasi bahwa kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi ke Belanda yang akan datang akan mencakup negosiasi dengan tiga negara Eropa, dengan menegaskan bahwa tujuan kunjungan tersebut semata-mata untuk berpartisipasi dalam konferensi OPCW.
Baqaei menjelaskan bahwa konsultasi dengan menteri lain mungkin dilakukan di Den Haag, tetapi laporan negosiasi dengan troika Eropa tidak benar.


