Teheran, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras pembunuhan komandan militer senior Hizbullah, Haitham Ali al-Tabatabai, oleh Israel di Beirut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata November 2024 dan kejahatan perang yang menuntut akuntabilitas internasional.
Baca juga: PBB: Setidaknya 67 Anak Palestina Tewas di Gaza Sejak Gencatan Senjata Dimulai
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu malam, Kementerian Luar Negeri Iran mengecam “pembunuhan pengecut” yang dilakukan oleh pesawat tempur rezim Israel terhadap permukiman di Dahiyeh, Beirut. Serangan tersebut digambarkan sebagai pelanggaran brutal terhadap kedaulatan nasional dan integritas wilayah Lebanon yang mengakibatkan puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas atau terluka.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi perlunya mengadili dan menghukum para pemimpin rezim Zionis atas tindakan teroris dan kejahatan perang ini.
Kementerian Luar Negeri juga memberikan penghormatan atas pengabdian seumur hidup Tabatabai dalam membela Lebanon dan melawan musuh Zionis, serta menyampaikan belasungkawa kepada para pemimpin, pejuang, dan keluarga para martir Hizbullah.
Kementerian Luar Negeri menekankan bahwa dukungan AS yang berkelanjutan terhadap rezim Israel merupakan faktor kunci yang memungkinkan pelanggaran dan agresi berkelanjutan yang dilakukan rezim tersebut, sekaligus menekankan tanggung jawab langsung para penjamin gencatan senjata.
Mengingat pelanggaran gencatan senjata yang berulang kali dilakukan Israel, Kementerian Luar Negeri menyesalkan sikap diam dan tidak bertindak yang tidak dapat dibenarkan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan dalam menghadapi kejahatan Israel yang terus-menerus terhadap rakyat Lebanon.
Pernyataan tersebut akhirnya menyerukan langkah-langkah internasional yang serius untuk melawan terorisme terorganisir dan hasutan perang rezim Israel terhadap Lebanon dan negara-negara regional lainnya, dengan menegaskan bahwa petualangan militer rezim Zionis menimbulkan ancaman besar tidak hanya bagi perdamaian dan stabilitas Asia Barat, tetapi juga bagi perdamaian dan keamanan global.
Baca juga: Israel Serang Gaza, Pencarian Jenazah dalam Skala Besar Akan Dimulai
Pada Minggu sore, sebuah serangan udara Israel menargetkan lantai empat dan lima sebuah bangunan tempat tinggal sipil di Jalan Al-Areed di Haret Hreik, pinggiran selatan Beirut. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, lima orang gugur dan 28 orang luka-luka dalam serangan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Hizbullah mengonfirmasi gugurnya komandan militer senior Haitham Ali al-Tabatabai dalam serangan tersebut. Mendiang komandan tersebut diakui sebagai salah satu pemimpin pendiri struktur militer Hizbullah dan memainkan peran penting dalam pembentukan awal dan perkembangannya selanjutnya.


