Juru Bicara Iran: Tidak Ada Inspektur IAEA di Iran

Teheran, Purna Warta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan kerja sama Teheran dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) sedang ditangguhkan, seraya menambahkan bahwa badan nuklir PBB tersebut saat ini tidak memiliki inspektur di Iran.

Baca juga: Presiden Iran Sambut Dukungan Saling Menguntungkan Iran-Pakistan di Masa Sulit

Berbicara dalam konferensi pers mingguan pada hari Senin, Esmaeil Baqaei mengatakan saat ini tidak ada inspektur IAEA di Iran.

“Untuk saat ini, diskusi kami tidak terkait dengan cara kehadiran inspektur (IAEA) di lokasi (nuklir Iran). Saat ini kami sedang ditangguhkan kerja samanya,” tambah juru bicara tersebut.

Baqaei menekankan bahwa kerja sama dengan IAEA perlu mematuhi rancangan undang-undang yang disahkan oleh Parlemen Iran. “Kementerian Luar Negeri merasa berkewajiban untuk mengatur interaksinya (dengan IAEA) sesuai dengan (apa yang telah disetujui parlemen).”

Ia selanjutnya mengungkap rencana kunjungan delegasi teknis IAEA ke Iran, dengan mengatakan bahwa perwakilan badan nuklir PBB tersebut diperkirakan akan berkunjung ke Teheran dalam 10 hari ke depan.

Juru bicara tersebut juga mengecam badan nuklir PBB tersebut karena menolak mengutuk serangan militer ilegal oleh AS dan rezim Israel terhadap fasilitas nuklir Iran sebagai anggota Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.

Ia mencatat bahwa laporan yang bias dari Dewan Gubernur IAEA telah membuka jalan politik bagi rezim Zionis dan AS yang dijadikan dalih untuk menyerang Iran.

Iran telah berulang kali mengeluhkan kinerja IAEA yang dipolitisasi dan selalu mendesak badan nuklir PBB tersebut untuk bertindak sesuai dengan kerangka misi teknisnya dan menahan diri agar tidak dipengaruhi oleh pihak lain.

Iran masih merupakan penandatangan NPT dan Perjanjian Safeguards, ujar juru bicara tersebut, seraya menambahkan bahwa Teheran akan terus menghormati komitmennya sebagai negara yang taat hukum.

Sementara rezim Zionis melancarkan perang agresi yang tak beralasan terhadap Iran pada 13 Juni dan menyerang wilayah militer, nuklir, dan permukiman Iran selama 12 hari, AS turun tangan dan melancarkan serangan militer terhadap tiga lokasi nuklir di Natanz, Fordow, dan Isfahan Iran pada 22 Juni.

Baca juga: Iran Kecam Penodaan Masjid Al-Aqsa

Pasukan militer Iran melancarkan serangan balasan yang dahsyat segera setelah agresi tersebut. Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam melancarkan 22 gelombang serangan rudal balasan terhadap rezim Zionis sebagai bagian dari Operasi True Promise III yang menimbulkan kerugian besar di berbagai kota di wilayah pendudukan.

Selain itu, sebagai tanggapan atas serangan AS, angkatan bersenjata Iran meluncurkan gelombang rudal ke pangkalan udara al-Udeid di Qatar, pangkalan militer Amerika terbesar di Asia Barat.

Gencatan senjata yang mulai berlaku pada 24 Juni menghentikan pertempuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *