Juru Bicara Iran: Iran Siap Bertahan, Tetap Membuka Pintu untuk Diplomasi

Teheran, Purna Warta  – Iran akan terus mempertahankan kedaulatannya terhadap agresi apa pun sambil tetap siap melakukan diplomasi kapan pun hal itu demi kepentingan nasional negaranya, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei pada Senin.

Berbicara pada konferensi pers mingguan, Baqaei menekankan bahwa Iran tidak pernah menyerang negara mana pun di kawasan dan tidak berniat melakukannya, menekankan bahwa operasi militer Iran hanya diarahkan pada fasilitas militer AS yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Republik Islam.

“Kami tidak menyerang, dan tidak akan menyerang, negara mana pun di kawasan ini,” katanya, dan mendesak para pengamat untuk “menggunakan kata-kata dengan tepat.”

Juru bicara itu mengatakan Teheran telah berulang kali mendesak negara-negara tetangganya untuk tidak mengizinkan Amerika Serikat atau rezim Israel menggunakan wilayah mereka untuk operasi militer melawan Iran, dan menggambarkan tanggung jawab tersebut sebagai kewajiban berdasarkan hukum internasional.

“Kami tidak akan ragu-ragu dalam membela diri,” kata Baqaei, seraya memperingatkan bahwa setiap bagian wilayah yang digunakan sebagai platform agresi terhadap Iran “akan tunduk pada tindakan defensif Iran.”

Menanggapi klaim AS tentang pengawalan kapal komersial melalui Selat Hormuz, Baqaei mengatakan keamanan abadi di jalur air strategis tersebut hanya dapat dicapai melalui kerja sama regional tanpa kehadiran kekuatan asing.

“Prinsip kebijakan kami adalah kawasan ini tidak akan aman kecuali negara-negara di kawasan itu membangun mekanisme keamanan mereka sendiri tanpa campur tangan pihak asing,” katanya, dengan alasan bahwa ketidakstabilan yang terjadi di Asia Barat belakangan ini dipicu oleh berlanjutnya kehadiran militer AS.

Dia menegaskan kembali bahwa Iran tidak akan membiarkan Selat Hormuz menjadi basis ancaman terhadap kepentingan nasionalnya, dan mengatakan bahwa Teheran telah bertindak tulus untuk memastikan navigasi maritim yang aman sambil mengecam Washington karena menghalangi upaya tersebut.

Mengenai prospek diplomasi, juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan situasi regional yang berkembang pesat memerlukan fleksibilitas dalam memilih cara paling efektif untuk menjaga kepentingan Iran.

“Seninya adalah memilih metode terbaik untuk membantu mengamankan kepentingan nasional kita,” katanya. “Jika keadaan memerlukan, kami menggunakan instrumen perang, dan jika keadaan memerlukan, kami menggunakan instrumen diplomasi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *