Jakarta, Purna Warta – Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Hasanuddin Wahid (Cak Udin) menyarankan warga Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin untuk mencari ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang tidak mengumbar konflik internal.
Menurut dia, ketua umum PBNU yang ideal adalah sosok yang dapat mengayomi warga NU dan meneduhkan, bukan mengumbar konflik.
“Cari yang kemudian lebih meneduhkan, cari yang kemudian bisa ngayomi, cari yang enggak suka ngumbar konflik, cari yang bisa ngayomi rakyat dan Nahdliyin, itu saja,” kata Cak Udin ketika ditanya soal bursa Ketum PBNU, saat ditemui di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).
Cak Udin beralasan, selama lima tahun ke belakang, para elite di PBNU justru lebih banyak mempertontonkan konflik di antara mereka.
“Lebih banyak cerita konflik, cerita berantem daripada cerita keberhasilan mengayomi masyarakat, memberdayakan masyarakat, dan sebagainya,” ujar dia.
Kendati demikian, Cak Udin tidak menyebut secara gamblang siapa sosok yang layak menjadi ketua umum PBNU berikutnya. Ia hanya menekankan agar pengurus petahana PBNU sebaiknya tidak dipilih lagi.
“Kita lihat saja maunya Nahdliyin kayak apa, tapi siapapun memang kader NU berhak untuk maju. Jadi, menurut saya siapapun menurut Nahdliyin itu, menurut PCNU PWNU siapa yang mampu, ya silakan dicalonkan,” kata Cak Udin.
“Jadi, siapakah itu? Ya, yang bukan yang sekarang. Silakan dipilih mau siapapun, yang penting bukan sekarang,” imbuh dia.


