Jubir Iran: AS Tidak Berhak Mendikte Apa pun kepada Iran

Teheran, Purna Warta – Jubir pemerintah Iran mengatakan bahwa hanya rakyat Iran yang menentukan apa yang diperlukan untuk kepentingan nasional mereka tanpa perlu pihak lain mendikte.

Baca juga: Ayatollah Khamenei Puji Parlemen Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Islam dan Integritas Moral

Jubir pemerintah Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak berhak mendikte Iran apa yang seharusnya dimilikinya; sebaliknya, hanya rakyat Iran yang berhak memutuskan apa yang diperlukan untuk kepentingan nasional mereka.

Fatemeh Mohajerani menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan jaringan TV Al Mayadeen Lebanon pada Selasa malam.

Ia mengatakan bahwa Republik Islam ingin agar pembicaraan tidak langsungnya dengan AS mengarah pada pencabutan sanksi anti-Iran dan pengakuan bahwa program nuklir Iran bersifat damai.

Mohajerani mencatat bahwa Republik Islam mengambil langkah-langkah berdasarkan kepentingan nasionalnya dan memiliki semua opsi yang tersedia, seraya menambahkan bahwa Iran juga berharap negara-negara Eropa akan mengambil sikap rasional dan menahan diri untuk tidak mengambil posisi yang bermusuhan.

Rezim Israel tidak akan menyia-nyiakan upaya apa pun untuk menghalangi perundingan yang dimediasi Oman antara Iran dan AS, kata Mohajerani, seraya menambahkan bahwa Teheran telah memberi tahu Washington tentang sikap Israel sejak awal perundingan.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa rezim Israel akan dipermalukan di dunia karena kekejamannya, dan bahwa Iran telah memperoleh semua rahasia militer dan nuklir rezim ini. Informasi yang diperoleh Iran sangat luas, dan otoritas keamanan akan mempublikasikannya pada waktunya, imbuhnya.

Lebih lanjut dalam wawancaranya, juru bicara tersebut mengatakan bahwa Iran siap untuk hasil apa pun yang muncul dari negosiasi dengan AS.

Baca juga: Hasut Kekerasan di Gaza, Menteri Israel Dicekal di Inggris

“Kami siap untuk kesepakatan dan pembukaan ekonomi, dan kami juga memiliki rencana jika negosiasi gagal dan sanksi meningkat,” katanya, seraya menambahkan bahwa Iran menyambut investor karena memiliki banyak peluang untuk investasi di berbagai sektor, dengan ketentuan dan peraturan khusus.

Mohajerani mengatakan bahwa strategi utama Iran adalah untuk mengejar dialog dan kerja sama dengan negara-negara tetangga, seraya menambahkan bahwa kawasan Asia Barat memiliki sumber daya dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk berubah menjadi pusat ekonomi internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *