Ayatollah Khamenei Puji Parlemen Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Islam dan Integritas Moral

Ayatollah Khamenei Parlemen

Teheran, Purna Warta – Pemimpin Revolusi Islam Iran,  Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, menerima anggota Parlemen pada 11 Juni 2025.

Pemimpin Revolusi mengatakan bahwa peran yang dimainkan Parlemen di Republik Islam tidak tertandingi dan memuji sinergi antara Parlemen dan pemerintahan.

Baca juga: Hasut Kekerasan di Gaza, Menteri Israel Dicekal di Inggris

Teheran, IRNA – Pemimpin Revolusi Islam memuji parlemen yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan integritas moral.

Ayatollah Khamenei menerima sekelompok anggota parlemen di Kompleks Imam Khomeini pada hari Rabu menjelang Idul Ghadir yang memiliki arti penting bagi Muslim Syiah.

Selama pertemuan tersebut, Pemimpin menyampaikan ucapan selamatnya kepada semua Muslim pada Idul Ghadir, menekankan pentingnya kesempatan itu bagi negara-negara Islam.

Ayatollah Khamenei menggarisbawahi perbedaan kritis antara parlemen yang dipandu oleh nilai-nilai Islam dan integritas moral dan parlemen yang menyimpang dari prinsip-prinsip tersebut.

Ia membandingkan parlemen yang terdiri dari orang-orang jujur ​​yang berkomitmen pada keadilan dan mendukung yang tertindas dengan parlemen yang diisi oleh anggota yang lalai yang bertindak demi penindasan, diskriminasi, kesenjangan kelas, dan penjahat seperti rezim Israel.

Parlemen harus mewujudkan tekad nasional

Peran Parlemen dalam Republik Islam tidak tertandingi, katanya, memuji sinergi antara Parlemen dan pemerintahan.

Ayatollah Khamenei mengatakan bahwa parlemen harus mencerminkan tekad nasional.

Pemimpin juga menekankan pentingnya koordinasi rutin di antara para kepala cabang pemerintahan, menggambarkannya sebagai langkah positif menuju penyelesaian tantangan negara.

Baca juga: Jubir Iran: Iran Pasti Akan Menanggapi Resolusi IAEA

Ia menyarankan bangsa Iran untuk dengan hati-hati memahami kriteria sekolah Revolusi Islam.

Orang yang ingin bertindak sesuai dengan mazhab ini harus berani dalam mengungkapkan pendapatnya, katanya, seraya menambahkan bahwa nilai-nilai pribadi dan orientasi politik tidak boleh mengganggu tanggung jawab profesional.

Ia menekankan perlunya suara nasional yang bersatu dalam isu-isu kritis, mendesak agar rakyat dan pejabat bertindak “sebagai satu tangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *