IRCG: Proyek Gedung Putih Melawan China, Rusia, dan Eropa Gagal Setelah 20 Hari

Teheran, Purna Warta – Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut apa yang disebut blokade angkatan laut Amerika Serikat sebagai proyek melawan China, Rusia, dan Eropa, dan mengatakan bahwa proyek tersebut telah gagal setelah 20 hari.

“Pemerintahan Trump beralih dari strategi ‘mengelola energi global’ ke strategi ‘disrupsi’, dan blokade angkatan laut dimulai sebagai bagian dari proyek disrupsi besar untuk membendung China, Rusia, dan Eropa,” kata organisasi tersebut dalam sebuah pesan yang diunggah di media sosial.

“Namun, 20 hari kemudian, Gedung Putih semakin yakin bahwa proyek tersebut telah gagal dan Teheran telah muncul sebagai pusat dari ‘koalisi anti-disrupsi’,” tambah pesan tersebut.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan perang agresi tanpa provokasi terhadap Iran, yang mengakibatkan Pemimpin Revolusi Islam saat itu, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, dan beberapa pejabat militer senior gugur.

Angkatan Bersenjata Iran merespons dengan serangan rudal dan drone selama berminggu-minggu yang menargetkan posisi militer Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan kawasan Teluk Persia, menimbulkan kerusakan besar dalam 100 gelombang serangan balasan selama 40 hari.

Balasan Iran juga mencakup penutupan Selat Hormuz yang strategis bagi kapal-kapal milik musuh dan sekutu mereka.

Republik Islam kemudian memberlakukan pembatasan lebih lanjut terhadap jalur air tersebut, dengan syarat kapal-kapal tersebut mendapatkan izin dari otoritas Iran yang berwenang. Langkah terakhir ini dilakukan setelah AS mengumumkan kelanjutan blokade ilegal yang telah mereka coba terapkan terhadap kapal dan pelabuhan Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *