Teheran, Purna Warta – Meskipun negara-negara kawasan secara aktif mendukung upaya untuk memulai kembali perundingan nuklir dengan Teheran, faktor krusial tetaplah tekad pihak lain untuk terlibat dalam diskusi berdasarkan kepentingan bersama, bebas dari ancaman, ujar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.
Baca juga: Iran Desak Badan HAM PBB untuk Jamin Kompensasi dari Israel dan AS atas Perang Juni
Berbicara kepada wartawan setelah menghadiri peresmian Konferensi Iran-ECO edisi kedua di Teheran pada hari Selasa, Araqchi mengatakan banyak negara, termasuk negara-negara kawasan di luar Qatar, saat ini termotivasi untuk memainkan peran konstruktif dalam memfasilitasi dimulainya kembali perundingan dengan Iran.
Ia mencatat bahwa meskipun mediator dapat membantu, isu utamanya adalah kesediaan pihak lawan untuk berpartisipasi dalam negosiasi yang bertujuan mencapai kesepakatan yang melindungi kepentingan kedua belah pihak.
Setelah tekad ini terwujud, ujarnya, detail-detail lainnya dapat diselesaikan dengan lebih lancar.
Mengomentari KTT Arab-Islam luar biasa yang diadakan di Doha pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Iran menggambarkannya sebagai pertemuan penting yang diadakan di momen kritis.
Araqchi menunjuk kehadiran tingkat tinggi negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam dan Liga Arab sebagai bukti semakin diakuinya rezim Israel sebagai ancaman utama di kawasan tersebut, yang menegaskan sikap Teheran yang telah lama berlaku terhadap agresi Israel yang sedang berlangsung.
Baca juga: Pezeshkian Ucapkan Terima Kasih atas Bimbingan dan Dukungan Pemimpin Tertinggi
Ia menyatakan bahwa konsensus regional mengenai tingkat keparahan ancaman Israel kini telah jelas, dan diskusi antarnegara difokuskan pada langkah-langkah kolektif untuk mengatasinya.
Menteri tersebut menyatakan harapan bahwa kawasan akan bertindak bersama dengan persatuan dan kerja sama untuk menghadapi tantangan-tantangan ini sementara kerangka kerja untuk hubungan diplomatik yang diperbarui dengan Iran terus terbentuk.


