Iran Serukan Fondasi Keamanan yang Lebih Kuat untuk Buka Kapasitas Ekonomi ECO yang Luas dan Belum Termanfaatkan

Teheran, Purna Warta – Pernyataan Presiden Iran disampaikan pada Pertemuan Menteri Dalam Negeri ECO ke-4, yang diselenggarakan di Aula Konferensi Tingkat Tinggi Teheran. Pertemuan ini, yang berlangsung setelah jeda selama 15 tahun, mencerminkan upaya organisasi ECO untuk memperbarui tekad negara-negara anggota guna memperkuat kerja sama dan koordinasi di bidang-bidang penting.

Baca juga: Iran: Resolusi DK PBB 2231 resmi berakhir, berkas nuklir harus dikeluarkan dari agenda Dewan Keamanan

Para menteri dan pejabat senior dari sepuluh negara anggota—termasuk Pakistan, Turki, Tajikistan, Turkmenistan, Republik Azerbaijan, Afghanistan, Kazakhstan, Kirgistan, dan Uzbekistan—bersama dengan Sekretaris Jenderal ECO dan delegasi tamu dari Oman dan Irak, berpartisipasi dalam acara tersebut.

Peran Penting Kementerian Keamanan

Pezeshkian menekankan dengan tegas bahwa Kementerian Dalam Negeri memainkan peran krusial di luar tugas-tugas khusus mereka, karena mereka menyediakan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi, yaitu keamanan dan stabilitas sosial.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan kerja sama ekonomi regional membutuhkan kerangka kerja dan platform bersama yang kuat, terprediksi, stabil, dan tangguh, seraya mencatat bahwa Kementerian Dalam Negeri memiliki peran yang tak tergantikan dalam mengamankan dan memperkuat prasyarat ini. Ia menekankan bahwa mencapai stabilitas regional yang langgeng membutuhkan kolaborasi lintas batas yang kuat dalam pengelolaan perbatasan, penegakan hukum, dan perjuangan bersama melawan ancaman yang meluas seperti migrasi ilegal, perdagangan manusia, penyelundupan narkoba, segala bentuk terorisme, dan kejahatan terorganisir lainnya.

Presiden Iran menyatakan bahwa ECO merupakan pewaris dari upaya, sinergi, dan kegigihan para anggotanya selama beberapa dekade menuju konvergensi ekonomi, yang telah mencapai kemajuan pesat namun masih memiliki kapasitas besar yang belum dimanfaatkan. Beliau mencatat bahwa pertemuan puncak baru-baru ini di Khankendi, Azerbaijan, menegaskan tekad para anggota yang semakin kuat, di mana serangkaian proposal yang menarik dan operasional diajukan pada tingkat tertinggi. Visi ECO 2035 akan disusun berdasarkan hal ini, yang menjanjikan masa depan cerah bagi kawasan dan para anggotanya.

Pezeshkian menambahkan bahwa ECO berfungsi sebagai jembatan penghubung negara-negara di kawasan dan platform berharga untuk dialog, pertukaran pengalaman, dan sinergi di semua bidang. Beliau menekankan bahwa di dunia dengan tantangan dan peluang yang berubah dengan cepat, kerja sama bersama dan regional bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan yang tak terbantahkan.

Seruan untuk ECOPOL dan Peringatan Terhadap Keserakahan Eksternal

Presiden menyoroti salah satu tugas yang belum selesai dalam organisasi tersebut, yaitu pembentukan pasukan polisi gabungan, yang dikenal sebagai “ECOPOL,” yang prosesnya belum difinalisasi. Ia mencatat bahwa kawasan ECO merupakan salah satu dari sedikit kawasan di dunia yang kekurangan pasukan polisi gabungan. Ia menyatakan bahwa kesenjangan ini, selain menciptakan kerentanan internal regional, juga menghalangi pemanfaatan kerja sama yang optimal dengan pasukan polisi regional lain dan Interpol.

Baca juga: Wapres Iran: Prestasi Militer Iran Pasca-Perang Melebihi Prestasi Tahun-Tahun Sebelumnya

Pezeshkian memperingatkan bahwa kawasan ini dan wilayah sekitarnya tidak kebal terhadap kerusakan (ancaman) eksternal, seraya mencatat bahwa intervensi asing terbesar dalam sejarah kontemporer telah terjadi di sini, dan pendudukan terbesar abad ini masih berlangsung di dekat kawasan kita. Ia merujuk pada kekejaman baru-baru ini di Gaza, menggambarkannya sebagai genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan paling mengerikan di dunia selama dua tahun terakhir, yang dilakukan oleh rezim pendudukan di Asia Barat.

Ia menyimpulkan bahwa karena hasrat yang besar di antara para pelanggar norma internasional yang rakus akan kehadiran dan intervensi di kawasan ini, negara-negara anggota ECO—yang mencakup Asia Tengah, Kaukasus, Asia Barat Daya, dan Teluk Persia—harus merencanakan dan menerapkan arsitektur keamanan yang kohesif, stabil, berorientasi ke dalam (endogen), dan berorientasi pada pembangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *