Teheran, Purna Warta – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan pelanggaran berulang AS terhadap gencatan senjata 8 April dan serangan di wilayah selatan Iran telah memperdalam ketidakpercayaan Teheran terhadap Washington, menambahkan bahwa pelanggaran ini memberi hak kepada Iran untuk merespons berdasarkan hukum internasional.
Dalam komentarnya pada konferensi pers mingguan pada hari Senin, Baqaei mengatakan insiden baru-baru ini menunjukkan itikad buruk AS.
“Pelanggaran gencatan senjata ini sendiri menunjukkan kesalahan Amerika Serikat dan hanya memperintensifkan ketidakpercayaan yang ada, yang sepenuhnya dibenarkan,” katanya.
Juru bicara tersebut menekankan bahwa tindakan AS melampaui pelanggaran perjanjian gencatan senjata.
“Tindakan-tindakan AS ini bukan sekadar pelanggaran gencatan senjata; ini adalah tindakan agresi, dan hal itu memberi kami hak untuk merespons,” kata Baqaei.
Ditanya tentang kemungkinan konfrontasi militer yang kembali terjadi, Baqaei mengatakan Iran telah mempersiapkan diri untuk berbagai skenario dan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh negara tersebut akan terbukti dalam praktiknya.
“Kita harus siap menghadapi segala kemungkinan. Kita berada di wilayah yang membutuhkan kesiapan untuk setiap kemungkinan, dan Angkatan Bersenjata kita tentu memiliki kesiapan yang diperlukan,” tambah juru bicara tersebut.


