Tehran, Purna Warta – Pemerintah Iran menyoroti kontradiksi dalam pernyataan Senator Amerika Serikat Lindsey Graham, yang mengklaim bahwa perang yang sedang berlangsung melawan Iran dapat mengakhiri “konflik selama 2.000 tahun”.
Teheran menilai pernyataan tersebut bertentangan dengan alasan awal yang dikemukakan oleh United States, yakni bahwa serangan terhadap Iran dilakukan karena adanya ancaman yang disebut “segera dan mendesak” dari Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei melalui unggahan di platform X (formerly Twitter) pada Senin, menanggapi komentar sebelumnya dari Graham yang dikenal sebagai pendukung garis keras kebijakan luar negeri Amerika.
Baghaei menulis:
“Jadi, bukankah kalian menyerang Iran karena ‘ancaman yang segera terjadi’?!
Atau apakah Iran sudah menjadi ‘ancaman segera’ bagi Amerika Serikat selama 2.000 tahun terakhir sejak tahun 1776?!”
Pertanyaan Publik atas Klaim “Konflik 2.000 Tahun”
Sejumlah pengamat juga mempertanyakan logika di balik klaim tersebut.
Mereka menilai sulit menjelaskan bagaimana Amerika Serikat, negara yang berdiri kurang dari 250 tahun, dapat mengakhiri konflik yang disebut berlangsung selama dua milenium dengan Iran.
Latar Belakang Konflik Terbaru
Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada akhir bulan lalu, dalam operasi yang oleh sejumlah pihak disebut sebagai agresi tanpa provokasi.
Senator Lindsey Graham termasuk salah satu tokoh politik Amerika yang secara terbuka mendukung operasi militer tersebut.
Sebagai respons, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melancarkan setidaknya 76 gelombang serangan balasan dalam operasi yang diberi nama Operation True Promise 4.
Operasi tersebut dilaporkan melibatkan peluncuran ratusan rudal balistik, rudal hipersonik, serta drone serang yang menargetkan fasilitas sensitif dan strategis milik Amerika Serikat dan Israel di berbagai wilayah kawasan Timur Tengah.


