Teheran, Purna Warta – Setidaknya 77 orang tewas dan beberapa lainnya masih hilang setelah kebakaran besar yang melanda sebuah pusat perbelanjaan lima lantai di kota Kut, Irak timur, semalam.
Kebakaran terjadi di Corniche Hypermarket, sebuah kompleks komersial besar di Provinsi Wasit, Rabu malam, menjebak para pembeli dan pekerja di dalam gedung.
Tim pertahanan sipil bekerja sepanjang malam untuk memadamkan api dan menyelamatkan korban selamat. Empat puluh lima orang berhasil diselamatkan, beberapa di antaranya berhasil melarikan diri melalui atap dengan bantuan petugas tanggap darurat.
Gubernur Provinsi Wasit, Mohammed al-Mayahi, menggambarkan insiden tersebut sebagai “tragedi dan bencana,” dan menambahkan bahwa operasi pemulihan masih berlangsung.
Seorang pejabat kesehatan mengatakan kepada Reuters bahwa daftar 59 korban yang teridentifikasi telah dirampungkan dan persiapan pemakaman sedang berlangsung. Namun, karena kondisi banyak jenazah, tes DNA akan diperlukan untuk mengidentifikasi korban yang tersisa.
Pejabat kota mengatakan tim darurat sedang berupaya mengevakuasi jenazah yang terjebak di bawah reruntuhan.
Seorang saksi mata, yang tinggal di dekat mal, menggambarkan pemandangan mengerikan itu ketika api menyebar tak terkendali. “Api yang berkobar menjebak banyak orang di dalam mal, dan semua orang mati-matian berusaha mencari jalan keluar. Saya melihat jenazah anak-anak dan perempuan yang hangus tergeletak di tanah. Pemandangan yang mengerikan,” kata saksi tersebut kepada media lokal.
Dalam insiden terpisah, empat orang tewas di kota Karbala, Irak, setelah kebakaran dan ledakan susulan di gudang tekstil. Kebakaran tersebut dilaporkan memicu ledakan tangki bahan bakar, yang memperparah kerusakan.
Baca juga: Ayatollah Khamenei: Israel Bergantung Pada AS Untuk Gencatan Senjata Dengan Iran
Menanggapi tragedi Kut, Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani menyerukan penyelidikan segera untuk menentukan apakah kelalaian atau kegagalan regulasi berkontribusi terhadap bencana tersebut.
Pemerintah Irak telah menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari.
Tawaran Solidaritas dan Bantuan Iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada rakyat dan pemerintah Irak, menyebut Irak sebagai “negara saudara dan tetangga” Iran.
Dalam pernyataannya, Baghaei menyampaikan simpati yang mendalam kepada keluarga para korban, dan menegaskan kembali kesiapan Teheran untuk membantu upaya penyelamatan dan bantuan, menunjukkan solidaritas dengan bangsa Irak selama masa berkabung ini.


