Iran Kecam Serangan AS dan Inggris terhadap Yaman

Teheran, Purna Warta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras serangan militer “biadab” oleh AS dan Inggris terhadap Yaman yang telah menewaskan dan melukai puluhan orang, termasuk wanita dan anak-anak yang tidak bersalah.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Minggu, Esmaeil Baqaei mengecam agresi militer AS dan Inggris terhadap Yaman sebagai pelanggaran yang jelas terhadap Piagam PBB dan hukum internasional mendasar tentang larangan penggunaan kekuatan dan penghormatan terhadap integritas teritorial dan kedaulatan nasional suatu negara.

Baca juga: Iran Menepis Tuduhan yang Dilontarkan G7

Juru bicara Iran mengingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan PBB tentang tanggung jawab mereka untuk melawan pelanggaran dan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

Ia menggambarkan agresi militer gabungan oleh AS dan Inggris terhadap rakyat Yaman sebagai bagian dari dukungan mereka yang terus-menerus terhadap kejahatan genosida Israel terhadap rakyat Palestina yang tertindas dan penindasan terhadap segala bentuk solidaritas dan dukungan terhadap hak-hak sah bangsa Palestina.

Akar penyebab ketidakamanan di Asia Barat adalah berlanjutnya pembantaian dan pendudukan di Palestina yang diduduki, yang sedang berlangsung dengan dukungan penuh dari AS, Inggris, dan sejumlah pemerintah Barat lainnya yang telah membahayakan perdamaian dan keamanan regional dan internasional, ungkapnya.

Juru bicara Iran mengingatkan semua pemerintah serta organisasi internasional dan Islam tentang tanggung jawab hukum dan moral mereka untuk melawan genosida dan pembersihan etnis di Palestina yang diduduki, yang dilakukan dengan berbagai metode seperti memaksakan kelaparan dan kelangkaan pangan kepada rakyat Palestina yang tertindas di bulan suci Ramadan.

Baca juga: Presiden Iran Memuji Rancangan Perjanjian Damai Armenia-Azerbaijan

Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu mengumumkan serangkaian serangan skala besar terhadap Yaman setelah pasukan Houthi mengancam akan melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah atas blokade Israel terhadap Gaza.

Serangan AS, yang dimulai pada hari Sabtu dan berlanjut hingga dini hari Minggu, di ibu kota Yaman, Sana’a, serta di wilayah Saada, Al Bayda, dan Radaa telah menewaskan 31 orang dan melukai 101 orang, “sebagian besar adalah anak-anak dan wanita”, juru bicara kementerian kesehatan Anis Al-Asbahi memposting di X.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *