Iran Kecam Prancis atas Hambatan Pembebasan Warga Negara

Teheran, Purna Warta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengecam keras pemerintah Prancis atas hambatan pembebasan warga negara Iran, Mahdieh Esfandiari, yang telah ditahan secara sewenang-wenang di Prancis atas tuduhan tak berdasar.

Baca juga: Iran: Tindakan permusuhan AS terhadap Venezuela melanggar Piagam PBB

Baqaei mengatakan pada hari Rabu bahwa Prancis telah berulang kali menolak usulan lokasi pembebasan warga negara Iran itu dengan jaminan dengan berbagai dalih.

“Pada suatu tahap, disebutkan bahwa jika suatu lokasi di salah satu kota tempat tinggalnya atau di dekat tempat penahanannya diusulkan, mereka (pejabat Prancis) akan bekerja sama untuk pembebasannya dengan jaminan. Beberapa lokasi diusulkan oleh keluarganya, Ibu Esfandiari sendiri, dan rekan-rekan kedutaan kami, tetapi tidak satu pun yang diterima oleh otoritas Prancis dengan berbagai dalih,” ujarnya.

Mahdieh Esfandiari ditahan di Prancis pada Februari 2025 bersama beberapa orang lainnya. Kedutaan Besar Iran di Paris terus berkomunikasi dengan beliau dan perwakilan hukumnya, dengan kunjungan konsuler terakhir dilakukan pada 18 Agustus.

Pengadilan Prancis baru-baru ini menolak permohonan pembebasan bersyaratnya, meskipun tim pembelanya terus berupaya untuk mengamankan kebebasannya.

Baca juga: Duta Besar Iran Kecam Aktivasi Mekanisme Snapback sebagai Ilegal

Kejaksaan Paris menuduh Esfandiari dituntut atas tuduhan “mengagungkan terorisme” dan pelanggaran terkait aktivitas media sosial.

Namun, menurut keluarga dan pejabat Iran, tuduhan tersebut tidak berdasar. Satu-satunya aktivitas Esfandiari adalah mengunggah konten di kanal Telegram yang mengecam kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap rakyat Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *