Teheran, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Iran mengecam AS dan rezim Israel karena menentang resolusi PBB yang mengakui akses pangan sebagai hak asasi manusia, yang telah menyebabkan kelaparan warga sipil di Gaza saat ini.
Baca juga: Iran Sampaikan Belasungkawa kepada Rusia Atas Kecelakaan Pesawat yang Mematikan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, mengunggah postingan di akun X yang mengkritik Amerika Serikat dan rezim Zionis atas penentangan mereka pada tahun 2021 terhadap Resolusi PBB 76/166, yang berjudul “Hak atas Pangan”, yang menegaskan hak untuk mengakses pangan sebagai hak asasi manusia yang fundamental.
Baqaei menulis: “Bukankah kelaparan rakyat Gaza sudah direncanakan sebelumnya?”
Pada 16 Desember 2021, hanya AS dan rezim Israel yang memberikan suara menentang resolusi tersebut di Majelis Umum PBB.
Komunitas internasional lainnya bersatu mendukung resolusi tersebut, yang menekankan larangan kelaparan sebagai metode peperangan berdasarkan hukum humaniter internasional.
Baqaei berpendapat bahwa penentangan ini mencerminkan “kebijakan yang disengaja untuk menjadikan makanan sebagai senjata melawan warga sipil,” dengan mengatakan: “Bukankah penentangan mereka terhadap resolusi ini merupakan bukti nyata adanya kebijakan yang direncanakan untuk menggunakan makanan sebagai senjata perang?!”
Kritik ini muncul seiring memburuknya malnutrisi di Gaza akibat blokade dan pemboman brutal Israel.
Menurut Salim Oweis, juru bicara UNICEF di Yordania, Gaza akan kehabisan Makanan Terapeutik Siap Pakai (RUTF) pada pertengahan Agustus kecuali pasokan baru tiba.
“Itu sangat berbahaya bagi anak-anak karena mereka menghadapi kelaparan dan malnutrisi saat ini,” kata Oweis.
UNICEF hanya memiliki sisa RUTF yang cukup untuk 3.000 anak, sementara 5.000 anak dirawat karena malnutrisi akut pada paruh pertama bulan Juli saja.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa program gizi untuk ibu hamil dan anak balita kemungkinan akan segera dihentikan karena kekurangan pasokan.
Baca juga: Hamas Kecam Kebohongan AS, Salahkan Israel atas Penggagalan Gencatan Senjata Gaza
Sebagian besar pasokan telah habis, dan sisa stok akan habis tanpa pengisian ulang yang mendesak, demikian pernyataan badan tersebut.
WHO mengatakan bahwa sebuah program di Gaza yang bertujuan untuk mencegah malnutrisi di antara kelompok paling rentan, termasuk ibu hamil dan anak balita, kemungkinan harus dihentikan karena kehabisan suplemen gizi.


