Al-Quds, Purna Warta – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan pernyataan terbaru terkait operasi militer Israel di Lebanon dengan mengatakan bahwa operasi tersebut tidak hanya terbatas pada wilayah perbatasan selatan, tetapi juga mencakup Beirut, Bekaa Valley, dan seluruh front Lebanon.
Menurut laporan yang dikutip dari Al Jazeera, Netanyahu mengklaim bahwa pasukan Israel telah melintasi Litani River dan menguasai sejumlah posisi strategis di kawasan tersebut.
Berbicara saat mengunjungi wilayah perbatasan utara Palestina yang diduduki, Netanyahu kembali menegaskan bahwa operasi militer Israel akan terus berlanjut di berbagai wilayah Lebanon. Ia juga mengulangi klaim pemerintah Israel bahwa sasaran serangan mereka adalah posisi dan fasilitas yang terkait dengan Hezbollah.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, beberapa jam sebelumnya melakukan kunjungan ke wilayah Lebanon selatan dan dari sana menyampaikan ancaman akan adanya serangan yang lebih luas terhadap kelompok perlawanan Lebanon.
Di sisi lain, laporan media Israel menunjukkan bahwa pertempuran di perbatasan utara masih berlangsung intensif. Menurut Shay Levi, koresponden Kanal 12 Israel, dalam beberapa hari terakhir Hezbollah disebut semakin banyak menggunakan pesawat nirawak berukuran kecil dalam operasi terhadap pasukan Israel. Laporan tersebut menyebutkan bahwa serangan-serangan itu menyebabkan kerugian material dan meningkatkan tekanan terhadap militer Israel di wilayah perbatasan.
Pernyataan Netanyahu dan kunjungan para pejabat militer Israel terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung. Lebanon dilaporkan telah memasuki putaran ketiga perundingan dengan Israel yang dimediasi Amerika Serikat untuk membahas berbagai isu keamanan dan kemungkinan langkah-langkah deeskalasi.
Meski demikian, situasi di lapangan tetap menunjukkan ketegangan yang tinggi. Sejak meningkatnya konflik lintas perbatasan antara Israel dan Hezbollah, sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk daerah-daerah dekat Sungai Litani, telah menjadi sasaran serangan udara dan artileri secara berulang.
Dalam beberapa bulan terakhir, serangan Israel tidak hanya terjadi di wilayah selatan Lebanon, tetapi juga menjangkau kawasan yang lebih jauh dari garis perbatasan, termasuk pinggiran selatan Beirut dan sejumlah lokasi di Lembah Bekaa. Israel menyatakan serangan-serangan tersebut ditujukan terhadap infrastruktur dan jaringan logistik Hezbollah, sementara pemerintah Lebanon dan berbagai kelompok politik di negara itu menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon.
Ketegangan di front Lebanon juga berlangsung bersamaan dengan konflik yang masih berlanjut di Gaza dan meningkatnya ketidakstabilan regional. Para pengamat menilai bahwa perluasan area operasi yang disebutkan Netanyahu dapat meningkatkan risiko eskalasi yang lebih luas, terutama jika serangan semakin sering menjangkau wilayah-wilayah padat penduduk di Lebanon.
Hingga saat ini, belum ada indikasi bahwa kedua belah pihak akan menghentikan operasi militer dalam waktu dekat, meskipun berbagai upaya diplomatik internasional masih terus dilakukan untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang regional yang lebih besar.


