Iran dan Rusia Bahas MoU Islamabad dan Perkembangan Regional

Teheran, Purna Warta – Para menteri luar negeri Iran dan Rusia berbicara tentang nota kesepahaman Islamabad antara Iran dan AS, serta masalah regional dan bilateral, dan Teheran menekankan tanggung jawab Washington untuk implementasi yang tepat dari MoU tersebut.

Dalam percakapan telepon pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan timpalannya dari Rusia Sergei Lavrov membahas nota kesepahaman Islamabad serta sejumlah masalah regional dan bilateral.

Selama panggilan telepon, Araqchi menjelaskan rincian terkait memorandum tersebut dan menekankan tanggung jawab AS untuk memastikan implementasi yang tepat dari ketentuan-ketentuannya.

Menteri luar negeri Iran juga menggarisbawahi perlunya penghentian total agresi rezim Zionis terhadap Lebanon.

Sementara itu, Lavrov menyambut baik finalisasi teks memorandum tersebut dan menegaskan kembali dukungan penuh Rusia terhadap implementasi ketentuan-ketentuannya.

Merujuk pada perlunya dukungan masyarakat internasional dan Dewan Keamanan PBB atas pemahaman tersebut, para menteri luar negeri Iran dan Rusia juga menekankan pentingnya melanjutkan kerja sama diplomatik antar negara kawasan guna mengkonsolidasikan perdamaian dan stabilitas.

Kedua belah pihak selanjutnya bertukar pandangan mengenai sejumlah masalah bilateral dan sepakat untuk menindaklanjuti dan mengatasi permasalahan yang diangkat selama diskusi mereka.

Nota kesepahaman antara Iran dan AS dicapai setelah berminggu-minggu negosiasi tidak langsung yang dimediasi oleh Pakistan. Menurut para pejabat yang terlibat dalam proses tersebut, kesepahaman tersebut mengatur penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon, dan dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada 19 Juni.

Pihak berwenang Iran mengatakan bahwa memorandum tersebut dimaksudkan untuk menciptakan kondisi untuk mencapai penyelesaian yang lebih luas, dan menekankan bahwa negosiasi di masa depan hanya akan dilanjutkan setelah komitmen dari pihak lain dilaksanakan. Berdasarkan kerangka kerja yang disepakati, penandatanganan MoU akan diikuti dengan periode perundingan selama 60 hari yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan akhir, sementara amandemen akhir yang dilaporkan mencakup ketentuan mengenai pengelolaan Selat Hormuz dan jaminan kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *