Iran dan Mesir Menyoroti Diplomasi dan Solidaritas Muslim dalam Pembicaraan Idul Adha

Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan mitranya dari Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, menekankan pentingnya keterlibatan diplomatik dan kerja sama yang lebih erat di antara negara-negara Muslim selama percakapan telepon yang diadakan pada kesempatan Idul Adha.

Selama percakapan telepon pada hari Selasa, kedua presiden bertukar ucapan selamat Idul Adha dan membahas perkembangan regional, menekankan perlunya menjaga dialog dan konsultasi politik untuk membantu mengurangi ketegangan dan memperkuat stabilitas di kawasan tersebut.

Presiden Pezeshkian mengucapkan selamat kepada pemerintah dan rakyat Mesir atas hari raya Islam tersebut dan mendoakan mereka agar terus maju dan sejahtera.

Ia juga memuji Presiden Sisi atas peran konstruktif Mesir dalam mendukung ketenangan regional dan menegaskan kembali komitmen Iran untuk menyelesaikan masalah melalui jalur diplomatik.

Presiden Iran mengatakan kebijakan regional Teheran didasarkan pada perluasan kerja sama dan konvergensi dengan negara-negara tetangga dan negara-negara Muslim, khususnya negara-negara di kawasan Teluk Persia.

Merujuk pada perkembangan keamanan baru-baru ini, Pezeshkian menyatakan bahwa tindakan militer Iran terhadap pangkalan-pangkalan regional tertentu dilakukan dalam kerangka hak sah negara untuk membela diri.

Ia juga menyatakan harapan bahwa kawasan tersebut akan bergerak melampaui periode ketidakstabilan saat ini dan memasuki fase baru yang ditandai dengan kerja sama antar negara-negara regional, persatuan Islam, dan penolakan terhadap campur tangan asing.

Sementara itu, Presiden Sisi mengucapkan selamat kepada bangsa Iran atas Idul Adha dan menggambarkan kesempatan tersebut sebagai simbol solidaritas dan kohesi di seluruh dunia Muslim.

Presiden Mesir menekankan pentingnya memperkuat hubungan antar negara-negara Islam dalam situasi regional saat ini dan menyatakan dukungan untuk upaya diplomatik yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dan membangun perdamaian abadi.

Sisi juga menekankan bahwa rasa saling menghormati harus tetap menjadi dasar bagi pengembangan hubungan yang berkelanjutan antara kedua negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *