Teheran, Purna Warta – Perwakilan Iran dan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) telah menggelar putaran negosiasi baru di Wina, Austria ungkap seorang diplomat Iran.
Baca juga: Iran Menyuarakan Dukungan untuk Venezuela dalam Menghadapi Ancaman AS
Duta Besar Iran untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina, Reza Najafi, mengatakan putaran ketiga perundingan teknis antara Teheran dan IAEA telah digelar di Wina, Autria pada Jumat dan Sabtu.
Ia mengatakan perundingan tersebut bertujuan untuk menyusun pedoman guna memenuhi kewajiban pengamanan dalam situasi baru menyusul serangan ilegal oleh AS dan rezim Zionis terhadap fasilitas nuklir Iran dan sehubungan dengan mosi baru yang disahkan oleh Parlemen Iran terkait masalah ini, demikian dilaporkan situs web Kementerian Luar Negeri.
Menurut Najafi, kedua belah pihak telah bertukar pandangan mengenai ketentuan pedoman tersebut selama pertemuan tersebut.
Pada 3 September, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Teheran tidak akan memberikan kerja sama baru dengan IAEA sebelum negosiasi berakhir.
“Mengingat perkembangan ini, bagaimana dan dalam kerangka apa Iran dan IAEA harus bekerja sama masih dalam tahap negosiasi, dan faktanya, Badan itu sendiri telah sepakat bahwa perkembangan baru memerlukan kerangka kerja sama yang baru,” kata Araqchi.
“Tidak akan ada kerja sama baru sampai negosiasi selesai,” tegasnya.
Menteri Luar Negeri menekankan bahwa Iran “akan melakukan segalanya” untuk mencegah penerapan kembali sanksi PBB di bawah mekanisme snapback.


