Telaviv – Purna Warta, menurut sebuah iklan di situs raidforums, tim hacker mengklaim telah meretas server DarkMatter Umirati Company dan meretas arsip perusahaan dan memperoleh informasi dari 9,5 juta warga Irak yang mencalonkan diri dalam pemilihan parlemen Irak.
Dark Matter Emirati Company adalah sebuah perusahaan siber yang bertanggung jawab untuk menjamin keamanan digital pemilihan Irak. Namun terjadinya cyber crime yang berhasil meretas arsip perusahaan tersebut menunjukkan UEA telah mendominasi dan ikut campur dalam proses pemilihan parlemen Irak.
Dominasi UEA atas server utama sistem teknis pemilihan Irak telah menimbulkan kecurigaan bahwa UEA dapat mengubah hasil pemilihan.
Nomor telepon di halaman Telegram (@arielsapir) di +972568988640 menunjukkan bahwa hacker berlokasi di Israel.
Hacker mengumumkan bahwa mereka akan menyerahkan arsip pemilihan 9,5 juta warga Irak yang berpartisipasi dalam pemilihan parlemen dengan imbalan dua bitcoin.
Keterlibatan Israel dalam pemilu Irak akan membuat analisis pemilu ini akan sarat dengan kecurangan dan meragukan murni mewakili suara dan keinginan rakyat Irak.


