Al-Quds, Purna Warta – Channel 12 Israel melaporkan bahwa militer rezim Israel berada dalam status siaga penuh karena khawatir terhadap serangan dari Perlawanan Islam Lebanon.
Baca juga: Analisis: Persamaan Baru di Syam; Apakah Hizbullah Telah Mendapatkan Kembali Daya Cegahnya?
Menurut laporan An-Nashrah, media-media Israel melaporkan bahwa militer rezim tersebut berada dalam kesiapan penuh akibat kekhawatiran terhadap serangan besar Hizbullah.
Channel 12 Israel mengutip sumber-sumbernya melaporkan:
“Menyusul penargetan terhadap komandan Pasukan Radwan, status siaga penuh diberlakukan di antara pasukan militer Israel, baik di wilayah internal maupun di perbatasan Lebanon, karena kekhawatiran akan serangan balasan dari Hizbullah.”
Media Zionis tersebut juga menyatakan:
“Kegiatan-kegiatan umum di kawasan sekitar perbatasan Lebanon dibatalkan karena adanya prediksi serangan dari Hizbullah.”
Pasukan Radwan Jadi Fokus Utama Israel
Pasukan Radwan merupakan unit elite Hizbullah yang dibentuk untuk operasi lintas batas dan infiltrasi ke wilayah Israel. Israel selama beberapa tahun terakhir memandang unit ini sebagai ancaman utama di front utara. Sejak pecahnya perang Gaza, wilayah perbatasan Lebanon selatan dan Israel utara terus mengalami baku tembak harian antara Hizbullah dan militer Israel, termasuk serangan drone, roket, serta artileri.
Baca juga: Media Amerika: Serangan Iran Malam Ini Terhadap Kapal Perang AS Lebih Hebat dari Sebelumnya
Militer Israel telah memperkuat sistem Iron Dome, pasukan cadangan, dan patroli udara di kawasan Galilea serta perbatasan Lebanon karena meningkatnya ancaman serangan drone dan rudal presisi Hizbullah.
Hizbullah Tingkatkan Tekanan Militer
Dalam beberapa pekan terakhir, Hizbullah mengklaim berhasil menyerang posisi militer, tank Merkava, pusat radar, dan sistem pertahanan Israel menggunakan drone FPV, rudal anti-tank, dan roket presisi.


