Bentrokan di Ain al-Arab; 19 Pasukan Pemerintah Al-Sharaa Terluka

Syara

Damaskus, Purna Warta – Sebanyak 19 anggota pasukan keamanan internal Suriah terluka dan tujuh orang ditahan setelah terjadi kerusuhan dan serangan terhadap sebuah fasilitas pemerintah di kota Ain al-Arab (Kobani), di wilayah timur Provinsi Aleppo. Pasukan keamanan internal Suriah kemudian memberlakukan jam malam di kota tersebut.

Komando Pasukan Keamanan Internal di Provinsi Aleppo pada Selasa dini hari menyatakan bahwa setelah operasi keamanan selesai dan situasi di kota Ain al-Arab (Kobani) kembali tenang, pemberlakuan jam malam di kota tersebut telah dicabut. Laporan mengenai pencabutan jam malam dan berakhirnya operasi keamanan tersebut juga dikonfirmasi oleh sejumlah media regional.

Menurut laporan yang dikutip dari ISNA, dalam rangkaian peristiwa tersebut 19 anggota Pasukan Keamanan Internal terluka. Tujuh orang yang oleh pejabat Suriah disebut sebagai pihak yang memicu kerusuhan juga ditahan.

Menurut laporan Al Jazeera, Komando Keamanan Aleppo pada Senin malam memberlakukan jam malam sementara di Ain al-Arab setelah sekelompok orang menyerang sebuah fasilitas pemerintah di kota tersebut. Langkah itu diambil setelah muncul aksi protes dan kerusuhan di kawasan tersebut.

Manajemen Informasi Aleppo menyatakan bahwa sejumlah orang yang disebutnya sebagai “pelaku kriminal” menyerang gedung pemerintahan daerah Ain al-Arab. Menyusul perkembangan tersebut, Pasukan Keamanan Internal meningkatkan kehadiran mereka di Ain al-Arab, yang terletak di dekat perbatasan Suriah-Turki, untuk menangkap para pelaku serangan, memulihkan keamanan, serta melindungi harta benda dan aset milik warga.

Jaringan televisi Suriah Al-Ikhbariya juga melaporkan bahwa sejumlah orang menurunkan papan identitas gedung administrasi daerah dan menurunkan bendera Republik Arab Suriah yang berada di depan markas Komando Pasukan Keamanan Internal.

Setelah kerusuhan terjadi, Pasukan Keamanan Internal dikerahkan di berbagai wilayah Ain al-Arab. Pejabat Suriah juga memperingatkan terhadap apa yang mereka sebut sebagai upaya “menebar fitnah” dan memicu konflik sosial.

Dalam perkembangan terkait, Wakil Gubernur Hasakah, Ahmad al-Hilali, mengecam kerusuhan dan serangan tersebut. Ia mengatakan bahwa perbedaan pendapat dan kekhawatiran masyarakat tidak seharusnya berubah menjadi serangan terhadap fasilitas publik, khususnya institusi pemerintah, simbol-simbol kedaulatan, dan bendera Suriah.

Al-Hilali mengatakan bahwa lembaga-lembaga terkait telah memulai tindakan hukum yang diperlukan dan sejumlah orang yang dianggap terlibat dalam kerusuhan telah ditahan di berbagai wilayah.

Ia menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap pihak-pihak yang, menurutnya, berupaya menimbulkan konflik atau mengancam keamanan dan ketenteraman sosial.

Wakil Gubernur Hasakah tersebut juga mengatakan bahwa pemerintah dan institusi-institusinya akan terus menjalankan tugasnya dan kehadiran lembaga-lembaga pemerintah di kawasan tersebut akan diperkuat.

Al-Hilali juga menyatakan bahwa setelah langkah-langkah keamanan yang diperlukan selesai, pemerintah akan membuka jalan bagi kepulangan lebih dari 400 keluarga ke wilayah pedesaan Ras al-Ayn.

Tuduhan Serangan terhadap Warga Kurdi Suriah

Sebelumnya, pejabat Kurdi menuduh kelompok-kelompok bersenjata menyerang warga Kurdi Suriah yang mengungsi ketika mereka sedang dalam perjalanan kembali ke kampung halaman mereka di kota Ras al-Ayn.

Wakil Komandan Pasukan Keamanan Internal Hasakah, Mahmoud Khalil Ali, mengecam serangan tersebut dan mengatakan bahwa sejumlah orang yang terkait dengan insiden itu telah ditahan. Ia juga menyatakan bahwa penerbangan dan program kepulangan para pengungsi untuk sementara dihentikan sebagai tindakan pencegahan.

Komandan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), Mazloum Abdi, juga mengecam serangan tersebut melalui sebuah unggahan di platform X.

Kerusuhan di Hasakah dan Qamishli

Pada waktu yang sama, Manajemen Informasi Hasakah menyatakan bahwa kelompok-kelompok yang disebutnya sebagai “pelanggar hukum” telah menyerang sejumlah markas Pasukan Keamanan Internal di Hasakah dan Qamishli.

Menurut laporan tersebut, sejumlah orang bersenjata juga menyerang pasukan keamanan yang ditempatkan di salah satu pusat Pasukan Keamanan Internal di kota Qamishli.

Manajemen Informasi Hasakah kemudian menyatakan bahwa Pasukan Keamanan Internal meningkatkan kehadiran mereka di Hasakah dan Qamishli guna meredam ketegangan dan menjaga keamanan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *