Damaskus, Purna Warta – Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan bahwa pasukan keamanannya terlibat bentrokan dengan dua anggota ISIS (Daesh) yang diduga hendak melakukan pengeboman di kawasan Sayyida Zaynab, di pinggiran selatan Damaskus. Menurut keterangan kementerian yang dikutip Al Jazeera dan media regional, kedua orang tersebut tewas dalam operasi keamanan sebelum berhasil melaksanakan rencana mereka.
Kementerian Dalam Negeri Suriah menyebut bahwa penyelidikan awal menunjukkan kedua tersangka diduga berencana menargetkan sebuah lembaga pemerintah. Dalam operasi tersebut, aparat keamanan dilaporkan menemukan bahan peledak dan sejumlah senjata yang disebut berkaitan dengan rencana serangan. Informasi mengenai identitas kedua orang tersebut serta rincian sasaran yang dimaksud belum dijelaskan secara lebih rinci dalam laporan yang tersedia.
Klaim mengenai operasi tersebut perlu dibaca sebagai pernyataan resmi pemerintah Suriah, karena belum terdapat verifikasi independen mengenai identitas kedua korban sebagai anggota ISIS maupun mengenai sasaran yang hendak mereka serang.
Sayyida Zaynab dan Ancaman ISIS
Peristiwa ini memiliki arti khusus karena Sayyida Zaynab merupakan kawasan di selatan Damaskus yang menjadi lokasi salah satu situs suci Syiah paling penting di Suriah, yaitu makam yang diyakini sebagai tempat persemayaman Zaynab binti Ali. Kawasan tersebut telah menjadi sasaran serangan kelompok ekstremis dalam konflik Suriah. Pada Mei 2026, misalnya, seorang ulama Syiah dan imam utama makam Sayyida Zaynab, Farhan al-Mansour, tewas setelah sebuah granat dilemparkan ke mobilnya. Pada saat kejadian, pihak berwenang belum segera memastikan siapa pelakunya.
Laporan European Union Agency for Asylum (EUAA) kemudian mencatat bahwa ISIS dilaporkan mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. EUAA juga mencatat bahwa kawasan Sayyida Zaynab sebelumnya telah menjadi sasaran rencana serangan ISIS, termasuk dalam jaringan yang dikaitkan dengan serangan terhadap Gereja Mar Elias di Damaskus pada Juni 2025.
Ancaman terhadap kawasan tersebut bukan hal baru. Setelah serangan terhadap Gereja Mar Elias pada Juni 2025, Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan bahwa sel ISIS yang terkait dengan serangan tersebut juga telah merencanakan serangan terhadap makam Sayyida Zaynab. Aparat kemudian melakukan operasi terhadap jaringan tersebut dan menyita senjata serta bahan-bahan yang disebut berkaitan dengan rencana serangan.


