Badan Tertinggi Hak Asasi Manusia Iran Kecam Serangan AS terhadap Infrastruktur Sipil, Desak PBB Bertindak

Iran kecam AS

Tehran, Purna Warta – Dewan Tinggi Hak Asasi Manusia Iran mengecam keras serangan-serangan terbaru Amerika Serikat terhadap infrastruktur sipil, fasilitas umum, dan jaringan transportasi vital di negara itu. Dewan menyatakan bahwa serangan tersebut telah menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil serta menyebabkan kerusakan besar pada berbagai layanan penting di sejumlah provinsi, terutama di wilayah selatan Iran.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu, dewan tersebut mengutip laporan resmi Kementerian Kesehatan Iran yang menyebutkan bahwa serangan-serangan itu telah menewaskan dan melukai puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Selain itu, serangan tersebut juga merusak infrastruktur publik yang sangat penting bagi transportasi, layanan kesehatan, tanggap darurat, perdagangan, serta mata pencaharian jutaan warga.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa serangan menyasar sejumlah jembatan di berbagai kota di Iran selatan, dermaga komersial dan perikanan di Sirik, fasilitas pelabuhan serta menara pengawas maritim di Chabahar, infrastruktur transportasi kereta api di Bandar Abbas, dan Bandara Iranshahr.

Dewan menyatakan bahwa dampak serangan tersebut jauh melampaui kerusakan fisik semata karena secara langsung memengaruhi “kehidupan, kesehatan, keamanan, mata pencaharian, serta akses warga terhadap layanan publik yang esensial.”

Dewan menambahkan bahwa “penghancuran secara sengaja maupun sembrono terhadap infrastruktur vital bukan sekadar penghancuran beberapa jembatan, pelabuhan, terowongan, atau dermaga, melainkan merupakan serangan langsung terhadap hak suatu bangsa atas keamanan, pembangunan, layanan kesehatan, transportasi, akses terhadap pelayanan publik, perdagangan, dan penghidupan.”

Dalam pernyataannya, Dewan Tinggi Hak Asasi Manusia Iran menegaskan bahwa serangan-serangan tersebut melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, serta Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik, khususnya hak atas kehidupan, keamanan pribadi, dan standar hidup yang layak.

Pernyataan tersebut juga merujuk pada komentar Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB yang menyampaikan bahwa Sekretaris Jenderal PBB memandang serangan terhadap infrastruktur sipil sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima.”

Menurut dewan, pernyataan tersebut mencerminkan “konsensus hukum internasional mengenai keharusan melindungi infrastruktur sipil dan menghormati prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional dalam segala keadaan.”

Dewan Tinggi Hak Asasi Manusia Iran mendesak Sekretaris Jenderal PBB untuk mengecam serangan terhadap infrastruktur sipil Iran serta menjalankan tanggung jawab hukum dan moralnya dengan mengambil langkah-langkah yang efektif guna menghentikan serangan-serangan tersebut, memastikan pertanggungjawaban para pelaku sesuai hukum internasional, dan menjamin pemberian kompensasi kepada para korban serta pemulihan infrastruktur sipil yang mengalami kerusakan.

Dewan memperingatkan bahwa “sikap diam dan tidak bertindak terhadap serangan atas infrastruktur sipil yang vital bukan hanya melemahkan prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia, tetapi juga menormalisasi pelanggaran terhadap hak-hak bangsa-bangsa serta menimbulkan ancaman serius terhadap perdamaian, keamanan internasional, dan tatanan hukum internasional.”

Serangan-serangan terbaru tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menjadikan infrastruktur sipil Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik, sebagai sasaran serangan, di tengah sikap bungkam masyarakat internasional terhadap apa yang disebut sebagai kejahatan perang yang dilakukan Amerika Serikat.

Serangan udara dan rudal yang disebut sebagai tindakan kriminal oleh militer Amerika Serikat terus berlanjut dengan menyasar berbagai lokasi di sejumlah provinsi Iran. Berbagai wilayah di kota-kota bagian selatan, tenggara, dan barat daya Iran, serta beberapa pulau di Teluk Persia, menjadi sasaran serangan.

Wilayah militer maupun sipil di berbagai kota di Provinsi Khuzestan, Ilam, Hormozgan, Bushehr, serta Sistan dan Baluchestan, termasuk Pulau Qeshm dan Pulau Hengam, juga menjadi target serangan Amerika Serikat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *