Teheran, Purna Warta – Penahanan empat warga negara Iran oleh Kuwait yang sedang berlayar di Teluk Persia menuai kecaman dari diplomat tertinggi Iran, yang menyerukan pembebasan mereka segera.
Dalam unggahan di akun X-nya pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan bahwa serangan Kuwait terhadap kapal kecil Iran dan penangkapan warga negara Iran di dalamnya adalah ilegal.
Ia mengatakan langkah itu juga dimaksudkan untuk menabur perselisihan di wilayah yang sudah tegang karena agresi AS-Israel terhadap Iran dan serangan balasan Teheran terhadap aset militer AS di negara-negara regional, termasuk Kuwait.
Menteri Iran mengatakan Kuwait melakukan serangan di dekat sebuah pulau di Teluk Persia tempat AS menempatkan personel dan peralatan militernya untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
“Dalam upaya nyata untuk menabur perselisihan, Kuwait secara ilegal menyerang sebuah kapal Iran dan menahan 4 warga negara kami di Teluk Persia. Tindakan ilegal ini terjadi di dekat sebuah pulau yang digunakan AS untuk menyerang Iran,” katanya dalam unggahan tersebut.
Wilayah Kuwait telah menjadi platform utama bagi serangan AS terhadap Iran selama agresi yang dimulai pada akhir Februari dan dihentikan dengan gencatan senjata pada awal April.
Iran menanggapi serangan tersebut dengan menargetkan pangkalan AS di Kuwait sejak awal perang agresi, menimbulkan kerugian besar, termasuk korban jiwa, pada pasukan AS yang ditempatkan di negara Arab tersebut.
Iran telah merekomendasikan agar Kuwait mengusir pasukan AS dari wilayahnya jika ingin terhindar dari serangan balasan Iran di masa mendatang.
Dalam unggahan X-nya, Araqchi mengatakan Iran berhak untuk menanggapi serangan Kuwait terhadap kapal Iran tersebut dan menuntut pembebasan segera keempat warga negara Iran yang ditahan selama insiden tersebut.


