Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kesalahpahaman yang masih ada antara Teheran dan Baku harus diselesaikan melalui dialog yang berkelanjutan, menekankan bahwa konsultasi yang diperluas dan pertemuan yang lebih sering sangat penting untuk mengarahkan hubungan bilateral ke arah yang bebas masalah.
Baca juga: Presiden Iran Serukan Persatuan dan Toleransi di Hari Mahasiswa
Dalam sambutannya pada konferensi pers bersama dengan mitranya dari Azerbaijan, Jeyhun Bayramov, yang diadakan di Baku pada hari Senin, Araqchi mengatakan kunjungannya telah dilakukan pada waktu yang tepat, yang memungkinkan kedua belah pihak untuk meninjau hubungan bilateral dan melanjutkan konsultasi mereka.
Ia menambahkan bahwa berbagai isu telah dibahas, termasuk politik, ekonomi, budaya, dan hubungan internasional. Araqchi mengatakan ia telah mengadakan pembicaraan konstruktif dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan mencatat bahwa pertukaran antara Iran dan Azerbaijan selalu bersifat langsung namun bersahabat.
Araqchi mencatat bahwa kesepakatan terpenting yang dicapai hari ini adalah melanjutkan konsultasi dan meningkatkan pertemuan. Ia menambahkan bahwa terdapat kesalahpahaman yang perlu diselesaikan melalui dialog, dan telah diputuskan bahwa pertemuan antara pejabat kedua negara akan dilanjutkan hingga hubungan mencapai kondisi bebas masalah, dengan kedua belah pihak berfokus sepenuhnya pada memajukan kepentingan bersama.
Kedua negara tetangga bertekad untuk memperluas jaringan transportasi, kata Araqchi, seraya menambahkan bahwa semakin berkembang koneksi ini dan semakin banyak warga negara yang bepergian antara kedua negara, semakin besar pula perdagangan yang akan meningkat.
Menunjuk pada pembicaraan tentang perkembangan regional, Araqchi mengatakan ia telah memberikan penjelasan mengenai perkembangan terbaru di Asia Barat dan serangan rezim Israel terhadap Iran dan negara-negara regional lainnya, serta bagaimana rezim Zionis pada akhirnya gagal.
Araqchi melanjutkan dengan mengatakan bahwa kedua belah pihak juga telah membahas format 3+3 di Kaukasus dan menggarisbawahi posisi bersama mereka bahwa tidak boleh ada campur tangan asing. Menteri Luar Negeri mengatakan mereka telah sepakat untuk mengadakan pertemuan trilateral dengan negara-negara di kawasan, yang akan berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas regional yang lebih baik.
Baca juga: Iran Pantau Peran Jepang dalam Keamanan Fasilitas Nuklir
Araqchi menyatakan bahwa Iran bertekad untuk memperluas hubungannya dengan Azerbaijan di segala bidang, seraya menambahkan bahwa ia senang melihat tekad serupa di antara para pejabat Azerbaijan. Ia menekankan bahwa tidak ada pihak luar yang boleh merusak hubungan baik antara kedua negara.
Mengenai Koridor Utara-Selatan, Araqchi mengatakan bahwa proyek tersebut berjalan dengan baik dan bahwa Iran, Azerbaijan, dan Rusia bekerja sama secara efektif. Ia mengatakan persiapan yang diperlukan untuk implementasi sedang berlangsung, sementara lebih dari 50 persen pekerjaan dasar telah selesai.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov mengatakan pada konferensi pers bahwa hubungan dengan Iran berada pada tingkat yang tinggi dan terus berkembang.
Ia mencatat bahwa kedua negara memiliki akar yang dalam serta kesamaan budaya, sejarah, dan peradaban, dan bahwa Republik Azerbaijan secara konsisten mementingkan hubungan dengan Iran yang didasarkan pada persahabatan dan hubungan bertetangga yang baik.
Ia menambahkan bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang penting bagi hubungan bilateral, seraya mencatat bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah mengunjungi Baku dua kali dan kesepakatan-kesepakatan baik telah dicapai.
Bayramov melanjutkan dengan mengatakan bahwa diskusi hari ini telah mencakup isu-isu ekonomi dan energi, antara lain, serta perkembangan regional dan internasional.
Menteri Luar Negeri Azerbaijan juga mengatakan bahwa pembicaraan ekonomi tersebut merujuk pada peran dan pentingnya komisi gabungan kedua negara. Menurutnya, nilai pertukaran perdagangan pada tahun 2024 mencapai sekitar 650 juta dolar, sementara saat ini telah mencapai 720 juta dolar. Bayramov mengatakan kedua belah pihak berpendapat bahwa angka-angka tersebut belum mencukupi dan telah membahas cara-cara untuk meningkatkannya.
Mengenai proyek jembatan Astarachay, Bayramov mengatakan bahwa proyek Aghbend-Kalaleh saat ini sedang berlangsung dan diperkirakan akan dibuka awal tahun depan, seraya menambahkan bahwa jembatan tersebut akan menawarkan kapasitas transit tertinggi.
Ia mengatakan terdapat banyak proyek di Sungai Aras, termasuk bendungan Qiz-Qalasi. Bayramov menambahkan bahwa salah satu perjanjian tersebut mencakup perluasan koneksi penerbangan, termasuk penetapan rute Tabriz–Baku.
Diplomat tinggi Azerbaijan tersebut mengatakan bahwa kedua negara juga terus melakukan konsultasi politik dan mengadakan pertemuan di dalam organisasi internasional.
Republik Azerbaijan memiliki hubungan baik di kawasan tersebut dan kedua belah pihak telah membahas perkembangan regional, termasuk proyek-proyek trilateral, tambah Bayramov, seraya menambahkan bahwa mereka akan mengadakan konsultasi mengenai semua isu dalam waktu dekat.


