Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menolak apa yang disebut “Economic D-Day” yang dilakukan pemerintah AS sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari meningkatnya utang dan masalah ekonomi Washington.
Dalam postingan di akun X-nya pada hari Kamis, Araqchi memperingatkan bahwa kegagalan kebijakan AS yang terus berlanjut akan memperdalam kesulitan ekonomi Washington dan memicu permusuhan lebih lanjut terhadap Iran.
“Apa yang disebut ‘Economic D-Day’ adalah pengalihan dari krisis yang dialami Amerika: utang yang belum pernah terjadi sebelumnya dan melonjaknya biaya bunga,” tulisnya.
“Menggandakan kebijakan yang gagal hanya akan membawa kekalahan lebih lanjut—dan permusuhan terhadap Iran. Terorisme ekonomi AS mengancam perekonomian global dan kedaulatan di seluruh dunia,” tambah Araqchi.
Araqchi juga melampirkan foto-foto laporan yang menyoroti pertumbuhan utang nasional AS yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk berita utama yang mencatat bahwa utang tersebut telah mencapai $40 triliun setelah dipinjam selama beberapa dekade.
Laporan tersebut menggambarkan pencapaian $40 triliun sebagai masalah fiskal yang serius dan mengutip data yang menunjukkan total utang pemerintah AS sebesar $40,05 triliun, naik $2,90 triliun, atau 7,8%, dari periode yang sama tahun sebelumnya. Salah satu grafik juga melacak utang nasional AS berdasarkan bulan sejak tahun 1993.


