Teheran, Purna Warta— Juru bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen mengatakan delegasi anggota komisi, yang saat ini berada di Irak, telah menekankan perlunya pengusiran pasukan AS dari negara Arab tersebut.
Baca juga: Kemenlu Iran: Pembunuhan Pencari Bantuan Gaza Menunjukkan Kebrutalan Israel yang Paling Parah
Ebrahim Rezaei mengatakan bahwa delegasi tersebut mengangkat isu kehadiran pasukan AS dalam pertemuan dengan perwakilan provinsi Karbala di Parlemen Irak pada hari Rabu.
Menurutnya, Anggota Parlemen Iran Mahmoud Nabavian, dalam pertemuan tersebut, menyampaikan laporan tentang upaya pertahanan 12 hari bangsa Iran dalam perang tak beralasan yang dilancarkan rezim Israel terhadap Republik Islam.
“Laporan tersebut mengklarifikasi bahwa semua tindakan rezim Zionis dilakukan atas perintah dan dukungan langsung Amerika, dan membedakan Israel dari Amerika Serikat merupakan kesalahan strategis,” kata Rezaei, seraya menambahkan bahwa laporan tersebut juga menyoroti ketidakpercayaan AS dan keinginan Israel untuk memperluas wilayah.
Mengacu pada perang agresi baru-baru ini, Ali Khazerian, anggota parlemen lainnya, menyoroti penggunaan wilayah udara Irak oleh Israel, menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan negara Arab, dan bahwa tanggapan serius harus diberikan terhadap pelanggaran tersebut.
Rezaei melanjutkan dengan menyatakan bahwa selain resolusi parlemen Irak tentang pengusiran pasukan Amerika, juga ditekankan dalam pertemuan ini bahwa semua kapasitas harus digunakan untuk menangani mata-mata Israel di Irak.
Baca juga: Mantan Utusan AS: Pengeboman Situs Nuklir Iran adalah Kesalahan, Timbulkan Konsekuensi Tidak Terduga
Al-Khafaji, perwakilan Karbala di parlemen Irak, saat mengucapkan selamat kepada bangsa Iran atas kemenangan dalam perang baru-baru ini, menggambarkannya sebagai sumber kebanggaan bagi umat Islam.
Ia juga menyatakan bahwa rakyat dan pemerintah Irak menganggap rezim pendudukan Zionis sebagai tidak sah dan palsu, yang berusaha menduduki negara lain.


