Ammar al-Hakim: Perang yang Dipaksakan Israel Lahirkan Persatuan, Tidak Hanya di Iran

Teheran, Purna Warta – Ketua Aliansi Nasional Irak Sayyid Ammar al-Hakim memuji Iran atas perannya dalam melawan agresi Israel, dengan mengatakan bahwa perang 12 hari merupakan momen kunci bagi persatuan antara warga Iran dan umat Muslim di seluruh dunia.

Baca juga: Araghchi: Al-Quran Serukan Persatuan dalam Hal Kesamaan Agama-agama Ilahi dan Persahabatan Antarmanusia

Ammar al-Hakim, yang sedang dalam kunjungan resmi ke Teheran, menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf pada hari Minggu.

Ia mengatakan bahwa cara Iran menghadapi Israel, dengan penggantian komandan yang gugur secara cepat dan melalui bimbingan Pemimpin Revolusi Islam, membuat dunia memahami bahwa “militer Iran kuat dan efektif.”

Politisi Irak tersebut menyatakan bahwa upaya Israel untuk meminggirkan Republik Islam terbukti kontraproduktif karena rezim itu sendiri terpinggirkan. “Saat ini, banyak negara telah menyadari bahwa mereka akan dirugikan jika ada kerugian yang ditimbulkan terhadap Iran, yang berada di garis depan,” tambahnya.

Sementara itu, Ghalibaf juga merujuk pada serangan efektif Republik Islam terhadap agresi asing, dengan mengatakan bahwa Israel memiliki “masalah eksistensial” dengan Iran dan mereka tidak hanya menentang pemerintahan Islam, tetapi mereka juga ingin memecah belah Iran sehingga tidak ada tanah yang disebut Iran.

Anggota parlemen senior tersebut menekankan perlunya Iran dan Irak untuk bersama-sama membantu menciptakan kohesi di antara negara-negara Islam dan secara akurat mengidentifikasi musuh yang menebar perpecahan di antara mereka.

Memperkuat hubungan menyeluruh antara Iran dan Irak, terutama peningkatan perdagangan bilateral, merupakan topik diskusi lain antara al-Hakim dan Ghalibaf. Keduanya menyoroti keterlibatan sektor swasta dalam meningkatkan volume pertukaran perdagangan.

Ghalibaf mengatakan bahwa hubungan baik di bidang politik, sosial, dan budaya serta kesamaan agama dan regional akan membantu memperluasnya ke ranah ekonomi, tetapi menekankan bahwa hubungan perdagangan dan ekonomi harus berada di luar norma birokrasi.

Baca juga: Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran: Kemerdekaan dan stabilitas Irak sangat penting bagi Iran

Al-Hakim tiba di Iran pada hari Sabtu dan telah bertemu serta mengadakan diskusi terpisah dengan sejumlah pejabat senior lainnya, termasuk Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Akbar Velayati, penasihat senior Pemimpin Revolusi Islam, Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni-Ejei, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, dan Presiden Masoud Pezeshkian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *