Almarhum Ayatollah Khamenei Dipuji sebagai Teladan Intelektualisme Sejati

Teheran, Purna Warta – Para peserta pertemuan budaya di Mashhad, Iran, menggambarkan Almarhum Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei sebagai teladan intelektualisme sejati dengan pemahaman mendalam tentang masyarakat, sejarah, dan budaya Iran.

Baca juga: 20 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan

Pertemuan yang berjudul “Pemimpin yang Gugur dan Buku; Jalan yang Telah Ditempuh dan Jalan ke Depan” ini diadakan di Organisasi Ilmiah dan Budaya Astan Quds Razavi di Mashhad pada tanggal 6 Mei, dan dihadiri oleh sekelompok pecinta buku.

Berbicara pada acara tersebut, Masoud Farzaneh, direktur pelaksana Penerbitan Astan Quds Razavi, mengatakan bahwa rangkaian pertemuan ini, yang akan terus berlanjut secara teratur di masa mendatang, bertujuan untuk meneliti perilaku dan pendekatan almarhum Pemimpin mengenai pentingnya buku dan untuk menemukan kembali karakter sastranya.

Ia mengatakan bahwa di tengah kondisi yang bergejolak saat ini dan perang agresi yang dilakukan oleh AS dan rezim Zionis, memperhatikan teladan perilaku Pemimpin yang gugur dapat membantu membimbing masyarakat.

Farzaneh menambahkan bahwa perhatian Ayatollah Seyed Ali Khamenei terhadap budaya, buku, dan membaca mencerminkan identitas kaya bangsa Iran, yang, meskipun menghadapi “musuh yang haus darah dan kejam”, bangga dan mengandalkan budaya agama dan nasionalnya.

Ia juga menggambarkan almarhum Pemimpin sebagai salah satu tokoh paling luar biasa dalam mempromosikan buku di Iran dan mengatakan bahwa beliau memainkan peran penting dalam menumbuhkan budaya membaca di kalangan rakyat Iran.

Kemudian dalam pertemuan tersebut, penulis dan peneliti Mohsen Mo’meni Sharif mengatakan bahwa buku, dalam pemikiran Pemimpin Revolusi Islam yang gugur, bukan hanya alat untuk belajar, tetapi lebih merupakan dasar fundamental untuk pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah, masyarakat, dan perkembangan intelektual dan peradaban.

Baca juga: Juru Bicara Iran Memberikan Penghormatan kepada Para Pekerja Bantuan Iran yang Gugur

Ia mengatakan bahwa perspektif ini telah memainkan peran penting dalam membentuk pandangan strategis dan berwawasan jauh almarhum Pemimpin.

Mo’meni Sharif lebih lanjut menyatakan bahwa Ayatollah Seyed Ali Khamenei memiliki pemahaman mendalam tentang sejarah Iran dalam dimensi mitologis, epik, dan nyata, menambahkan bahwa pandangannya tentang sejarah bukan sekadar deskriptif atau naratif, tetapi berakar pada kerangka intelektual Islam dan analisis berdasarkan tradisi ilahi.

Ia menggambarkan Pemimpin Revolusi Islam yang gugur sebagai contoh intelektualisme sejati yang benar-benar memahami bangsanya dan dunia Iran, dan karena itu memiliki pandangan yang realistis dan jujur ​​tentang rakyat Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *