Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan kantor berita Palestina Sama, dalam pesan yang disampaikan Al-Qassam melalui Telegram, ia menegaskan: “Kami dengan penuh kebanggaan menyambut serangan rudal kuat yang dilancarkan pada Sabtu malam oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran, yang menargetkan wilayah di kedalaman daerah yang diduduki musuh kriminal dengan menggunakan taktik baru dan mengakibatkan puluhan korban tewas serta luka-luka. Kami memandang tindakan ini sebagai respons alami, tidak hanya terhadap agresi Zionis–Amerika terhadap Iran, tetapi juga terhadap pembantaian luas dan genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza.”
Ia menambahkan bahwa “musuh Zionis yang bersifat Nazi ini tidak memahami bahasa selain kekuatan dan balasan setimpal, dan hanya dengan membebankan biaya besar kepadanya rezim tersebut dapat dipaksa menghentikan agresinya. Jika tidak, ia akan terus bertindak sewenang-wenang dan agresif serta menargetkan negara-negara Arab dan Islam satu demi satu.”
Pada akhir pernyataannya, Abu Ubaidah menegaskan:
“Republik Islam Iran saat ini berada di garis depan pertahanan seluruh umat Islam, dan para agresor tidak akan pernah mampu mematahkan kehendak orang-orang merdeka dan pemilik tanah ini. Kami sekali lagi menyerukan kepada seluruh bangsa dalam umat Islam untuk berdiri bersatu menghadapi musuh yang sebenarnya dan secara bersama-sama bertindak untuk memajukan isu-isu utama mereka, terutama pembebasan Palestina.”
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menanggapi serangan rudal Iran ke wilayah selatan daerah pendudukan, menyatakan bahwa rezim tersebut sedang melalui malam yang sangat sulit dalam kerangka perang yang sedang berlangsung demi masa depan “Israel”.
Sebelumnya, Channel 14 televisi Israel melaporkan bahwa kabinet rezim tersebut akan mengadakan rapat darurat melalui telepon setelah serangan rudal Iran ke kota Dimona dan Arad di selatan wilayah pendudukan.
Channel 12 Israel juga melaporkan bahwa menyusul perkembangan keamanan terbaru dan serangan rudal Iran ke kota Dimona dan Arad di selatan Palestina yang diduduki, kegiatan sekolah di seluruh Israel dibatalkan pada hari Minggu dan Senin.
Wali Kota Arad juga mengumumkan bahwa 150 keluarga harus dievakuasi dari sebuah kawasan permukiman yang menjadi sasaran serangan rudal Iran.
Baca juga: Wall Street Journal: Trump Diperkirakan Akan Segera Mengupayakan Gencatan Senjata dengan Iran
Layanan darurat Israel dalam laporan terbaru mengenai korban akibat serangan rudal Iran ke Arad di selatan Israel menyatakan bahwa hingga saat ini sedikitnya delapan orang tewas dan sekitar 100 orang terluka.
Menyusul serangan rudal tersebut dan meningkatnya jumlah korban luka di Arad, Rumah Sakit Soroka di Be’er Sheva mengumumkan status darurat.
Media Israel juga melaporkan bahwa setidaknya sembilan bangunan mengalami kerusakan parah dalam serangan rudal tersebut.
Menurut laporan tersebut, sebuah rudal hipersonik yang membawa sekitar setengah ton bahan peledak dilaporkan menghantam kota Arad di selatan Israel.


