Jakarta, Purna Warta – Selamat datang di Blora, sebuah daerah di Jawa Tengah yang baru saja menorehkan sejarah baru. Baru genap 10 hari berdiri, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora sudah mencetak prestasi yang membanggakan.
Baca juga: PDIP: Tangkap Juga Harun Masiku Biar Fair
Salah satu siswinya, Nuril Istiqomah (15), berhasil meraih juara pertama dalam lomba menulis ‘Surat Untuk Presiden’ kategori SMA/SMK/MA. Lomba ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Surat yang ditulis Nuril memiliki pesan yang kuat dan menyentuh. “Isi suratnya tentang terima kasih kepada pak Presiden atas Sekolah Rakyat ini, karena telah membantu orang yang kurang mampu,” ujar Nuril.
Gadis berusia 15 tahun ini mengaku tidak menyangka bisa memenangkan lomba yang diikuti 46 peserta ini. Apalagi, ia baru menyelesaikan suratnya di hari terakhir pendaftaran. “Waktu menulis suratnya kira-kira satu jam dan itu saya yang terakhir mengumpulkan,” tuturnya.
Nuril adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh tani di lahan milik orang lain, sehingga penghasilan mereka tidak menentu. Kondisi ini membuat impian Nuril untuk melanjutkan pendidikan menjadi berat. Kakaknya bahkan hanya bisa menyelesaikan jenjang SMK karena dibiayai oleh kerabat.
Namun, kehadiran Sekolah Rakyat telah membuka pintu harapan baru bagi Nuril. Sekolah berasrama ini khusus ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, memberikan mereka akses pendidikan berkualitas secara gratis. Bagi Nuril, surat yang ia tulis bukan sekadar untuk lomba, melainkan cara untuk menyampaikan harapannya. Ia sangat berharap Sekolah Rakyat dapat terus berjalan dan membantu lebih banyak anak yang memiliki latar belakang serupa dengannya. Dari Blora, Nuril menunjukkan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari hal yang sederhana: selembar surat dan keberanian untuk bersuara.
Prestasi Nuril tak lepas dari peran serta para guru dan tenaga pendidik di SRMA 18 Blora, terutama Kepala Sekolah Tri Yuli Setyoningrum. Berawal dari melihat unggahan di Instagram Perpustakaan Blora, Yuli segera menyampaikan informasi lomba tersebut kepada bagian kesiswaan sekolah agar diteruskan kepada para siswa. Ia juga aktif mendorong Nuril dan seluruh siswa SRMA 18 Blora untuk menulis surat.
“Karena kami siswanya ada 50, anak-anak itu disuruh untuk membuat (Surat Untuk Presiden) semua, kemudian kami pilih yang bagus dan kami kirimkan,” kata Yuli.
Baca juga: Menteri LH Desak Penghentian Pembangunan Vila di Puncak, Ajak Masyarakat Beralih ke Investasi Pohon
Yuli mengungkapkan bahwa prestasi Nuril menjadi sumber kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah. Ia berharap capaian ini mampu memicu semangat dan motivasi bagi siswa lain untuk berprestasi. “Saya senang sekali ya, karena belum genap 10 hari kan kemarin itu, tapi anak saya ternyata sudah ada yang berprestasi. Dan anaknya juga support, maksudnya memang punya keinginan untuk berprestasi. Jadi saya senang sekali,” ucapnya dengan bangga.
Selain menjadi pemenang lomba menulis surat, Nuril juga mendapat kehormatan lain. Ia ditawari oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Blora untuk menjadi MC dalam peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten Blora pada Sabtu (26/7). Ini adalah pengakuan luar biasa bagi Nuril dan SRMA 18 Blora.
Prestasi Nuril adalah bukti nyata bahwa dengan adanya kesempatan dan dukungan, setiap anak memiliki potensi untuk meraih impiannya, tak peduli dari latar belakang apa pun.


