Pengawasan di Bandara Soetta Diperketat Cegah Hantavirus Tipe HPS dari Empat Negara, Termasuk AS dan Argentina

Jakarta, Purna Warta – Belajar dari pandemi Covid-19, kini pengawasan masuk Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) diperketat demi mencegah penyebaran Hantavirus tipe Hanta Pulmonary Syndrome (HPS).

Baca juga: Menko Muhaimin: 88 Kabupaten/Kota Jadi Fokus Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem hingga 0 Persen di 2026

Meski ditemukan kasus Hantavirus tipe HPS seperti yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius, pemerintah tetap melakukan pengawasan karena virus ini dapat menular antarmanusia melalui kontak erat dan berkepanjangan.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menegaskan bahwa wabah hantavirus yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius bukan merupakan awal dari pandemi baru. Meski telah memakan korban jiwa, badan kesehatan PBB tersebut menyatakan risiko kesehatan masyarakat secara umum masih tergolong rendah.

Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan udara dari empat negara yang terindikasi memiliki kasus penularan Hantavirus.

“Jadi kami melakukan pengetatan pengawasan terhadap negara-negara yang sudah menemukan atau teridentifikasi ada virus Hanta,” kata Kepala BBKK Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, di Tangerang, Selasa (12/5/2026) dilansir dari Antara.

Naning menjelaskan, pengawasan khusus dilakukan terhadap penumpang yang datang dari Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama. Bandara Soetta kini kembali menerapkan standar pemeriksaan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia.

Baca juga: Nadiem Ungkap Alasan Terima Jabatan Mendikbudristek: Bukan Demi Kekayaan atau Ambisi Politik 

Pemeriksaan dilakukan melalui pengisian deklarasi kesehatan di aplikasi Satu Sehat, pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner, serta observasi visual terhadap tanda dan gejala penyakit. Jika nantinya ditemukan penumpang yang terindikasi terinfeksi, petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan dan penanganan sesuai prosedur.

“Kemudian kami juga punya namanya ambulans khusus penyakit menular. Karena orang yang kita bawa ini, yang mau kita rujuk ini adalah orang dengan penyakit menular,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *