Menteri P2MI: Bonus Demografi Bisa Jadi Masalah Jika SDM Tidak Produktif

Jakarta, Purna Warta – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan bonus demografi usia produktif bisa timbulkan masalah sosial ekonomi jika tidak dikelola secara baik.

Ia menilai bonus demografi Indonesia dapat menjadi kekuatan apabila diikuti dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sebaliknya, besarnya jumlah penduduk usia produktif tanpa kompetensi yang memadai berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi.

“Usianya produktif tetapi SDM-nya tidak produktif, ini bisa menimbulkan permasalahan sosial, ekonomi, dan politik,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).

Sebab itu, ia mendorong pemerintah daerah dan perguruan tinggi memperkuat penyiapan SDM agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja luar negeri yang terus berkembang, salah satunya melalui sosialisasi Program Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) untuk Program Peningkatan Kapasitas Berbasis Kebutuhan Pasar Kerja Luar Negeri.

Mukhtarudin mengatakan program sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat agar semakin relevan dengan peluang kerja luar negeri yang aman, berkualitas, serta sesuai kebutuhan pasar global.

“Ini merupakan bagian penting dari upaya kita untuk memperluas akses informasi dan peluang-peluang kerja luar negeri yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Menurut Menteri, peluang tersebut menjadi semakin strategis di tengah kondisi demografi Indonesia yang memiliki populasi usia produktif dalam jumlah besar, sementara sejumlah negara justru menghadapi fenomena aging population.

Karena itu, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi diminta bersama-sama menyiapkan generasi produktif yang memiliki pengetahuan, keterampilan teknis, serta kemampuan sikap dan mental yang dibutuhkan dunia kerja.

Ia menekankan SDM Indonesia harus memiliki keunggulan komparatif, komprehensif, dan kompetitif sehingga mampu bersaing di pasar global. Di sisi lain, fenomena aging population di berbagai negara membuka peluang bagi Indonesia untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *