Menkeu Bantah MBG dan Kopdes Jadi Sumber Kekhawatiran Fiskal, Sebut Program Fleksibel

Jakarta, Purna Warta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa program-program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes), menjadi sumber kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Menurutnya, lembaga pemeringkat global justru lebih mencermati sentimen negatif di pasar keuangan domestik.

“Waktu saya ketemu S&P terakhir, dia tidak meributkan itu sebetulnya, cuma dia meributkan sentimen negatif yang ada di market,” ujar Purbaya di kompleks Gedung DPR/MPR RI, Sabtu (6/6/2026).

Pernyataan ini disampaikan di tengah melemahnya IHSG yang terkoreksi sekitar 20 persen dalam setahun, arus keluar dana asing Rp78 triliun, serta pemberlakuan interim freeze oleh MSCI. Eskalasi konflik AS-Iran dan pelemahan rupiah sekitar 8 persen secara year to date turut memperkuat persepsi risiko global.

Purbaya menegaskan bahwa program MBG dan prioritas lainnya bersifat fleksibel, tidak kaku, dan memiliki ruang penyesuaian. Pemerintah telah menjelaskan kepada S&P bahwa program ini bisa diadjust sesuai kebutuhan fiskal. Presiden Prabowo, kata Purbaya, juga fleksibel dalam melakukan efisiensi.

Pemerintah optimistis tetap mampu menjaga defisit APBN pada kisaran 2-3 persen meskipun menjalankan program prioritas, serta memiliki ruang kebijakan untuk mengantisipasi risiko eksternal seperti lonjakan harga minyak dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *