Jakarta, Purna Warta – Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian menegaskan bahwa perlindungan anak di era digital tidak dapat hanya dibebankan kepada orangtua.
Menurutnya, diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi anak, meliputi keluarga, sekolah, pemerintah, penyedia platform digital, hingga masyarakat.
“Kita mengharapkan peran berbagai pihak, yaitu orangtua sebagai pendamping utama, sekolah melalui pendidikan literasi digital, pemerintah sebagai pembuat regulasi dan pelindung hukum, serta penyedia platform digital yang menghadirkan fitur keamanan bagi anak,” ujar Tri dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (10/7/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Tri saat menghadiri Workshop Kreasi Kriya Keluarga Tunas bertema Merajut Kehangatan di Era Digital di Lobi Atrium Trans Studio Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-46 Dekranas.
Tri menjelaskan, perkembangan teknologi informasi membawa berbagai manfaat bagi anak, seperti mendukung proses belajar, mengembangkan kreativitas, dan mempermudah akses informasi.
Di sisi lain, juga menghadirkan risiko seperti paparan konten tidak sesuai usia, cyberbullying, pelecehan siber, penipuan daring, hingga penyalahgunaan data pribadi.
Oleh karena itu, perlindungan anak di ruang digital harus dilakukan secara bersama-sama melalui penguatan peran setiap pemangku kepentingan.
Selain membangun ekosistem digital yang aman, Tri juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas interaksi dalam keluarga.
Menurutnya, penggunaan gawai yang semakin intensif tidak boleh mengurangi kedekatan antara orangtua dan anak.
“Artinya harusnya kita mendekatkan diri. Yang dekat jangan dijauhkan, dan yang jauh memang harus didekatkan. Namun, bukan berarti yang dekat kita jauhkan,” ujarnya.
Tri mendorong orangtua untuk mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital, memberikan edukasi literasi digital, memanfaatkan fitur parental control, membatasi waktu penggunaan gawai, serta mengajarkan etika dan keamanan di ruang digital.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang ikut bekerja sama dalam kegiatan ini, serta masyarakat yang ingin menambah wawasan mengenai penggunaan teknologi informasi secara bijaksana dan bertanggung jawab di era digital,” kata Tri.


