Ketua BEM FH UBK Terima Rp20 Juta dari Oknum Polisi Usai Demo

Jakarta, Purna Warta – Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdimaludin, menerima Rp20 juta dari oknum polisi setelah pelaksanaan demo pada 15 Juni 2026.

Hal itu terungkap dari hasil pemeriksaan Tim Investigasi Demo 15 Juni UBK terhadap Abdi pada Kamis (25/6/2026).

“Berdasarkan pengakuan Abdi, sebelum demo bertemu dengan tiga orang. Dua di antaranya adalah seniornya di organisasi eksternal kampus yang juga alumni UBK, dan satu orang dari aparat kepolisian,” ujar Ketua Tim Investigasi, Eko Suryo S, Jumat (26/6/2026).

Pertemuan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB di Jakarta Pusat pada hari H demonstrasi. Uang tunai Rp20 juta sudah ada di tangan dua senior Abdi dan siap diserahkan, namun Abdi belum mau menerimanya.

“Dari kesan yang kami tangkap, dia seperti mengerjai mereka. Jadi uang diterima, tapi tidak menuruti perintah untuk menggeser lokasi demo,” jelas Eko.

Akhirnya, demo UBK tidak digelar di DPR melainkan di Jalan Medan Merdeka Selatan. Setelah aksi selesai pada malam hari, Abdi baru menerima uang tersebut dari seniornya di sebuah kafe di Cikini.

Uang itu kemudian dibagikan kepada empat orang pada Selasa (16/6/2026), yakni Rafly Maulana Akbar (Wakil Ketua BEM FH), Mubarak Tuasamu (Pengurus BEM FH), mantan Ketua BEM FEB UBK Pujiono, dan mantan Wakil Ketua BEM FEB UBK Muhammad Rafi Bastian, di tempat berbeda-beda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *